Kemenhub Usulkan Anggaran Rp 41,3 Triliun untuk 2021

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan sambutan saat Peresmian Stasiun Terpadu di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu, 17 Juni 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan sambutan saat Peresmian Stasiun Terpadu di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu, 17 Juni 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Perhubungan mengajukan RAPBN 2021 dengan pagu indikatif sebesar Rp 41,3 triliun. Pagu ini lebih kecil dari usulan anggaran tahun sebelumnya yang mencapai Rp 41,75 triliun.

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, anggaran tahun mendatang akan difokuskan untuk empat program. Di antaranya pemulihan industri, pariwisata, dan investasi; reformasi sistem kesehatan nasional; reformasi sistem jaring pengamanan sosial; dan reformasi sistem ketahanan bencana.

    “Program kami mengacu pada RPJMN 2020-2024 dan sesuai dengan renstra (rencana strategis),” tutur Budi Karya dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR, Selasa, 23 Juni 2020.

    Budi Karya memaparkan, secara rinci, pagu indikatif kementeriannya dalam APBN 2021 akan dialokasikan untuk belanja pegawai sebesar Rp 3,9 triliun; belanja barang operasional Rp 2,8 triliun; dan belanja barang non-operasional sebesar Rp 34,5 triliun. Adapun rencana pendanaan Kemenhub diproyeksikan bersumber dari rupiah murni sebesar Rp 30,2 triliun; PNBP sebesar Rp 3,3 triliun; BLU Rp 1,6 triliun, PIN Rp 806 miliar; dan SBSN Rp 5,3 triliun.

    Dalam rencana kegiatan anggaran (RKA) 2021, Kemehub memiliki prioritas untuk sektor transportasi darat berupa penyelenggaraan keperintisan angkutan jalan dan penyeberangan, subsidi angkutan umum perkotaan, pembangunan Terminal A di


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.