Aplikasi Meeting Online dari Telkomsel, CloudX Bisa Saingi Zoom?

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perusahaan telekomunikasi Telkomsel meluncurkan layanan komunikasi terintegrasi berbasis cloud, CloudX, melalui unit bisnis Telkomsel Enterprise, di Jakarta, Minggu, 22 Desember 2019. Kredit: ANTARA/HO Telkomsel/am.

    Perusahaan telekomunikasi Telkomsel meluncurkan layanan komunikasi terintegrasi berbasis cloud, CloudX, melalui unit bisnis Telkomsel Enterprise, di Jakarta, Minggu, 22 Desember 2019. Kredit: ANTARA/HO Telkomsel/am.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Telekomunikasi Selular atau Telkomsel sudah meluncurkan aplikasi pertemuan online bikinan mereka sendiri, CloudX. Telkomsel menyatakan pengembangan aplikasi CloudX ini akan terus menjadi prioritas perusahaan. Belum lama ini misalnya, CloudX meluncurkan layanan yang dapat dinikmati pelanggan non korporasi atau Business to Customer (B2C).

    "Sehingga, dapat diakses pelanggan umum tanpa harus terdaftar sebagai pelanggan segmen koorporasi unit bisnis enterprise," kata Senior Vice President Enterprise Telkomsel, Dharma Simorangkir, kepada Tempo di Jakarta, Senin, 22 Juni 2020.

    Aplikasi CloudX ini punya cerita sendiri. Rabu, 20 Mei 2020, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan kekecewaannya pada perusahaan negara, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk atau Telkom, induk dari Telkomsel.

    Penyebabnya, Telkom terlambat membuat aplikasi telekonferensi sendiri. Padahal, Telkom telah diminta menyiapkan aplikasi itu sejak November 2019.

    “Masa hanya Cisco yang bikin, tapi krisis terjadi mereka (Telkom) belum siap aplikasinya, akibatnya aplikasi Zoom yang dipakai seluruh orang,” kata Budi dalam acara Steel Industry Roundtable Online pada Rabu, 20 Mei 2020.

    Memang, kata Budi, kinerja Telkom masih bagus di tengah Covid-19 ini. Sebab, semua orang melakukan work from home (WFH). Sehingga, permintaan terhadap telekomunikasi meningkat.

    Dengan pemakaian Zoom pun, Telkom menuai keuntungan dan tambahan pendapatan. Sebab, penggunaan Zoom juga membutuhkan fasilitas telekomunikasi. “Apakah saya bangga? Tidak,” kata Budi.

    Memang, CloudX sudah meluncur sejak awal 2020. Tapi, penggunannnya di dalam negeri belum masif, bahkan oleh instansi pemerintah sendiri. Senin kemarin, konferensi pers Kartu Prakerja misalnya, masih menggunakan Zoom, bukan CloudX.

    Tempo mengkonfirmasi ke Budi apakah penggunaan CloudX akan diperluas di instansi pemerintahan. Budi hanya menjawab singkat, "Pindah dong ke produk dalam negeri," kata dia.

    Di tengah kondisi ini, pengembangan CloudX terus dilakukan. Sejak awal Mei 2020, Dharma menyebut perusahaan telah meluncurkan layanan CloudX Meeting on Demand. Lewat layanan ini, pelanggan bisa menyew virtual meeting CloudX secara online dengan durasi tertentu, kapanpun, dimanapun.

    Secara strategis, Dharma mengatakan Telkomsel akan terus menghadirkan produk dan layanan yang dapat menunjang aktivitas dalam kondisi new normal. Salah satunya dengan berinovasi pada produk berbasis video, seperti video streaming dan video conferencing.

    Menurut Dharma, penerapan video sebagai medium digital pengganti tatap muka secara fisik merupakan wujud nyata dari new normal. "Ini menjadi ekspektasi perusahaan dalam menjalankan bisnis ke depannya," kata dia.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.