ESDM Usulkan Asumsi Harga Minyak USD 40-50 di APBN 2021

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Papan harga penjualan bahan bakar di SPBU Pertamina kawasan Kuningan, Jakarta, Senin, 6 Januari 2020. PT Pertamina (Persero) menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamina Dex dan Dexlite. Tempo/Tony Hartawan

    Papan harga penjualan bahan bakar di SPBU Pertamina kawasan Kuningan, Jakarta, Senin, 6 Januari 2020. PT Pertamina (Persero) menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamina Dex dan Dexlite. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam rapat kerja hari ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price atau ICP dalam Rancangan APBN 2021 sebesar US$ 40 - US$ 50 per barel.

    Asumsi tersebut turun dari ICP dalam APBN 2020 yang senilai US$ 63 per barel. Pergerakan ICP terpantau jauh lebih rendah dalam beberapa bulan terakhir ini dibandingkan rata-rata ICP dalam 2 tahun belakangan.

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyampaikan bahwa hingga Mei 2020, realisasi ICP mencapai US$ 40,36 per barel dengan outlook rata-rata di 2020 sebesar US$ 33 per barel.

    Adapun rerata ICP Januari-16 Juni 2020 tercatat senilai US$ 39,45 per barel. Sedangkan rerata ICP Januari-Desember 2019 senilai US$ 62,37 per barel, sementara rerata ICP Januari-Desember 2019 senilai US$ 67,47 per barel.

    "Pergerakan harga minyak dunia sangat sulit diduga. Berdasarkan proyeksi beberapa pihak harga minyak dunia 2021 diperkirakan pada kisaran US$ 42,63 - US$ 47,88 per barel," ujar Arifin dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI, Senin, 22 Juni 2020.

    Arifin menjelaskan, tekanan harga minyak tersebut dipengaruhi oleh adanya kebijakan pemotongan produksi minyak oleh OPEC+ hingga Juli 2020. Di samping itu, harga minyak juga dipengaruhi oleh tekanan rendahnya transportasi yang belum dapat sepenuhnya pulih.

    "Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, maka pemerintah mengusulkan asumsi ICP dalam RAPBN tahun anggaran 2021 sebesar US$ 40 sampai US$ 50 dolar per barel," kata Arifin.

    Kemudian untuk lifting minyak dan gas bumi (migas) dalam RABN 2021 diusulkan sebesar 1,762 juta hingga 1,91 juta barel setara minyak per hari (BOEPD). Sementara itu, untuk volume Solar bersubsidi diusulkan sebesar 15,31 juta-15,80 juta kiloliter (kl).

    Sedangkan untuk subsidi tetap solar diusulkan sebesar Rp 500 per liter. Subsidi ini turun dibandingkan APBN 2020 yang ditetapkan sebesar Rp 1.000 per liter.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.