PLN Akan Terbitkan Surat Utang, Fitch Ganjar Peringkat BBB

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani saat menjadi pembicara dalam acara Fitch Ratings bertajuk

    Menteri Keuangan Sri Mulyani saat menjadi pembicara dalam acara Fitch Ratings bertajuk "Fitch an Indonesia - The Election, Macro Economy and Credit Market" di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Rabu, 19 Maret 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta -  Lembaga pemeringkat, Fitch Ratings menyematkan peringkat BBB untuk obligasi yang akan dikeluarkan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN. Peringkat BBB dengan outlook stabil tersebut diberikan seiring dengan ekspektasi dukungan yang sangat kuat dari pemerintah, sesuai Kriteria pemeringkatan Fitch terhadap perusahaan yang berelasi dengan pemerintah.

    Fitch menilai status, kepemilikan, dan kendali PLN oleh Pemerintah Indonesia merupakan salah satu faktor utama pemberian peringkat tersebut.  Dengan posisi tersebut, pemerintah menunjuk dewan pengurus dan manajemen seniornya, dan mengarahkan serta menyetujui investasi.

    “Kami juga melihat catatan dukungan sebagai 'Sangat Kuat' dan percaya ada kemungkinan besar dukungan negara untuk PLN, yang menerima subsidi di bawah kerangka kerja yang sangat kuat sebagai imbalan untuk memenuhi kewajiban pelayanan publik negara,” dikutip dari siaran pers Fitch , Senin 22 Juni 2020.

    Fitch menuliskan faktor lain yang mendasari pemberian peringkat tersebut adalah rencana tambahan modal dari pemerintah yang pada tahun ini akan mencapai Rp 5 triliun. Suntikan ini diyakini akan memperkuat posisi permodalan PLN yang telah mendapatkan tambahan modal sebesar Rp 6,5 triliun pada 2019. Selain itu, pemerintah saat ini juga menjamin sekitar seperempat dari total utang PLN.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.