BPS: Hingga Mei 2020, Iklan Lowongan Kerja Menyusut 50 Persen

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita mencari lowongan kerja. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita mencari lowongan kerja. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mencatat, jumlah iklan lowongan kerja di seluruh media menyusut selama pandemi corona Covid-19. Hingga Mei 2020, perusahaan yang memasang iklan pun melorot mencapai 50 persen dari sebelum wabah corona berlangsung.

    "Bahkan jumlah iklan lowongan kerja di sektor jasa keuangan dan asuransi pun turun, juga untuk makanan, minuman, dan industri pengolahan," tuturnya dalam rapat bersama Komisi XI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 22 Juni 2020.

    Suhariyanto merincikan, iklan lowongan kerja untuk industri akomodasi dan makanan serta minuman per Mei 2020 tinggal 33 pengumuman. Jumlah ini merosot dari Januari lalu yang mencapai 454 pengumuman.

    Kemudian, iklan kesempatan kerja untuk industri jasa keuangan dan asuransi pada Mei 2020 tercatat hanya 614 pengumuman. Angka ini melorot drastis dari Januari yang mencapai 1.792 pengumuman.

    Tak berbeda dengan dua industri tersebut, sektor informasi dan komunikasi mengalami kondisi yang sama. Jumlah iklan lowongan kerja untuk industri itu per Mei 2020 menyusut tinggal 868 pengumuman dari Januari lalu yang mencapai 1.962.

    Adapun iklan di industri jasa perusahaan tercatat tinggal 305 pengumuman dari sebelumnya 1.846 pada Januari lalu. Kemudian, industri pengolahan tinggal 398 pengumuman dari 1.610 pengumuman pada Januari lampau.

    Penyusutan tajam juga tampak untuk industri pendidikan. Per Mei, iklan lowongan sektor tersebut hanya berjumlah 105 pengumuman dari sebelumnya 455 pada Januari 2020.

    Padahal, kata Suhariyanto, di saat yang sama, tingkat pengangguran terbuka meningkat. "Pengangguran terbuka di beberapa provinsi dengan karakteristik destinasi wisata seperti DIY, misalnya, dari Februari sebesar 2,86 persen naik menjadi 3,38 persen," tuturnya.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.