Tim Gabungan Telusuri Langsung ke Lokasi Kapal Karam di Sukabumi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi kapal karam (pixabay.com)

    ilustrasi kapal karam (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Sukabumi - Petugas gabungan dari TNI, Polri dan tim SAR gabungan menelusuri langsung ke lokasi penampakan kapal karam berukuran besar yang tertangkap kamera satelit Google Maps di wilayah perairan selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

    Penelusuran tersebut dilakukan untuk memastikan keberadaan kapal karam yang tertangkap kamera satelit Google Maps itu. "Namun untuk memastikannya kami terkendala peralatan deteksi bawah laut," kata Kepala Satuan Polair Polres Sukabumi, AKP Tri Andri Apandi, di Sukabumi, Ahad, 21 Juni 2020.

    Tim gabungan itu mengerahkan kapal patroli dari dermaga I Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhan Ratu menuju wilayah perairan yang menjadi lokasi kapal karam yang diduga jenis kargo tersebut. Adapun wilayah perairan yang dituju tepatnya di Pantai Cikembang, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

    Di lokasi, petugas mengamati secara manual untuk memastikan koordinasi dan situasi arus permukaan. Kapal itu diperkirakan memiliki panjang sekitar 150 meter dengan lebar 28 hingga 30 meter yang berbobot mati 120.000 ton.

    Adapun jenis kapalnya yaitu jenis kargo dengan posisi kapal dari pantai terdekat sekitar 1,2 mil laut dan titik koordinat berada di 6.97'2601" Bujur Timur -106.42'7192" Lintang Selatan.

    "Dalam penelusuran ini kami juga berkoordinasi dengan instansi lainnya khususnya yang memiliki alat deteksi benda bahwa laut, untuk memastikan informasi mengenai adanya bangkai kapal karam berukuran besar itu," kata Tri.

    Soal kapal karam berukuran besar itu sebelumnya viral diberitakan di sejumlah media sosial setelah ada laporan sejumlah nelayan yang menemukan penampakan kapal karam di Pantai Sukabumi melalui aplikasi Google Maps. 

    Tri mengatakan sebenarnya pada medio tahun 2017 dan 2019 pernah ada seseorang yang membuka Googlemaps dan melihat ada penampakan foto atau gambar serupa, namun baru sekarang viralnya.

    Selain itu, kata Tri, ada juga informasi yang menyebutkan keberadaan kapal karam itu sudah lama, tetapi tidak diketahui pasti sejak kapan ada kapal karam itu dan lokasinya saat ini merupakan spot memancing oleh para nelayan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.