Direksi Anyar Telkom Diharapkan Percepat Transisi Bisnis Digital

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT Telkom Indonesia. wikipedia.org

    PT Telkom Indonesia. wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengatakan pekerjaan rumah bagi jajaran direksi anyar PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk alias Telkom adalah mempercepat transisi dari bisnis infrastruktur menjadi bisnis digital.

     "Bagaimana di masa transisi dari bisnis infrastruktur menjadi perusahaan digital bisa berjalan lebih cepat dalam 2-3 tahun ke depan," ujar Heru kepada Tempo, Sabtu, 20 Juni 2020. Ia mengatakan bisnis digital mesti dimaksimalkan oleh perseroan, di samping bisnis infrastruktur.  

    Beberapa usaha digital Telkom antara lain situs jual beli online blanja.com, maupun beberapa aplikasi lainnya. Menurut dia, saat ini keberadaan bisnis digital milik Telkom belum cukup maksimum untuk mendongkrak pemasukan perseroan.  

    Karena itu, perseroan juga mesti disiapkan untuk menyambut transisi tersebut. "Termasuk mempersiapkan sumber daya manusia, reorganisasi dan adopsi teknologi serta inovasi baru yang menunjang transformasi tersebut," kata Heru.

    Selain di bidang platform online, ia mengatak ke depannya bisnis big data, internet of things, blockchain, hingga artificial intelligence ke depannya juga akan ramai dimasuki pemain bisnis digital. Begitu pula sektor gaming untuk menunjang e-sport. "Nah itu harus menjadi KPI direksi."

    Kemarin, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan menyepakati adanya perombakan di jajaran direksi perseroan. Salah satunya, pemilik saham sepakat menunjuk pendiri sekaligus Presiden Bukalapak Muhammad Fajrin Rasyid sebagai Direktur Digital Business perseroan. Fajrin menggantikan Faizal R. Djoemadi yang sebelumnya menjabat posisi tersebut. 

    Selain itu, Dian Rachmawan yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama Pelindo I ditunjuk sebagai Direktur Wholesale & International Service, menggantikan Edwin Aristiawan. 

    Lalu, Afriwandi menggantikan Edi Witjara sebagai Direktur Human Capital, Heri Supriadi menggantikan Harry M. Zen sebagai Direktur Keuangan, FM Venusiana R menggantikan Siti Choiriana sebagai Direktur Consumer Service, serta Herlan Wijanarko yang menggantikan Zulhelfi Abidin sebagai Direktur Network & IT Service.

    Terakhir, Budi Setyawan Wijaya didapuk menggantikan Achmad Sugiarto sebagai Direktur Strategic Portfolio. Sementara, untuk jabatan Direktur Utama masih dipegang Ririek Adriansyah dan Edi Witjara sebagai Direktur Human Capital Management.

     

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.