Bulog Bantah Beras Bantuan Presiden Berkualitas Buruk

Reporter

Petugas Rukun Warga mendistribusikan beras bantuan sosial Presiden yang disalurkan melalui Kementerian Sosial di wilayah RW 09, Kelurahan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin, 18 Mei 2020. TEMPO/Nita Dian

TEMPO.CO, Jakarta - Perum Bulog menegaskan dan menjamin bahwa beras bantuan Presiden yang disalurkan untuk masyarakat kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) sudah melalui tahap kontrol kualitas atau Quality Contrrol (QC) yang sangat ketat.

"Memang komoditasnya hanya beras 25 kg saja. Namun terkait dengan beras yang disalurkan untuk bantuan Presiden itu melalui proses QC yang sangat ketat. Seperti warna, bau, kutu, batu dan lainnya sangat detail diperhatikan langsung oleh saya sebagai direktur operasional Bulog selaku penanggung jawabnya," kata Direktur Operasi Bulog Tri Wahyudi Saleh di Jakarta, Jumat, 19 Juni 2020.

Bahkan pernah ada kasus 50 ton beras di tolak setelah tidak lolos proses QC Bulog karena memang tidak layak untuk diberikan.

"Jadi memang bukan sembarang beras seperti yang ramai diberitakan sebelumnya seperti beras raskin yang dibagikan. Jadi benar-benar beras premium bukan medium," ujarnya melalui keterangan tertulis.

Hal itu dikatakan Tri Wahyudi menanggapi sejumlah pemberitaan yang menyebutkan bahwa beras raskin yang dijadikan bantuan kualitasnya buruk.

Menurut dia, Bulog benar-benar menjalankan perintah Presiden RI untuk memberikan bantuan berupa beras premium ke masyarakat di sekitar kawasan Jabodetabek. "Beras premium itu didapatkan dari seluruh petani yang tersebar di kepulauan Jawa, Sumatra hingga Indonesia Timur," ujarnya.

Tri Wahyudi juga mengungkapkan, Bulog selaku badan ketahanan pangan nasional ditugaskan Presiden melalui Kementerian Sosial untuk menyalurkan bantuan dari Presiden berupa paket beras premium sebanyak 25 kg per Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Adapun bantuan presiden berupa beras sebanyak 25 kg itu sudah disalurkan Bulog ke masyarakat melalui dua tahap. Tahap pertama pada periode 5-22 Mei 2020 sebanyak 1.457.612 paket dengan total beras sebanyak 36.440 ton.

Sementara tahap kedua pada 1-15 Juni 2020 sebanyak 1.861.856 paket dengan total beras sebanyak 46.546 ton. "Tahap kedua jumlah penerima beras dari bantuan presiden memang bertambah. Dibanding dari tahap ke 1 karena ada pembaharuan data dari Kemensos," katanya.

Dengan asumsi wabah COVID-19 ini sangat berdampak bagi masyarakat, lanjutnya, bisa saja orang yang sebelumnya bukan penerima bantuan jadi penerima karena kehilangan lapangan pekerjaan atau PHK, apalagi tenaga lepas harian banyak juga yang terdampak.

Setelah dua tahap penyaluran Bansos dilaksanakan, tambahnya, Bulog mengapresiasi kepercayaan yang diberikan Kemensos untuk melaksanakan pengadaan dan penyaluran bansos tersebut.

"Ke depan Bulog akan terus mengevaluasi kinerjanya agar terus menjadi lebih baik lagi, apalagi Presiden sudah mengumumkan bahwa Bansos ini akan terus dijalankan hingga akhir tahun 2020," kata Tri Wahyudi.






Program Kartu Prakerja Gelombang 40 Resmi Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

2 hari lalu

Program Kartu Prakerja Gelombang 40 Resmi Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Pendaftaran Program Kartu Prakerja Gelombang 40 dibuka sejak Ahad, 7 Agustus 2022. Apa saja syaratnya dan bagaimana cara mendaftarnya?


Jokowi Ingin Kembangkan Sorgum Sebagai Subtitusi Gandum, Ekonom: Belum Bisa

4 hari lalu

Jokowi Ingin Kembangkan Sorgum Sebagai Subtitusi Gandum, Ekonom: Belum Bisa

Celios menilai langkah pemerintah untuk mengembangkan sorgum untuk mengalahkan gandum sebagai substitusi impor tidak akan mudah.


Ekonom Sebut 3 Tantangan Pengembangan Sorgum Sebagai Subtitusi Gandum

4 hari lalu

Ekonom Sebut 3 Tantangan Pengembangan Sorgum Sebagai Subtitusi Gandum

Ada tiga tantangan yang harus dihadapi pemerintah jika ingin mengembangkan sorgum, terlebih jika ingin menjadikannya sebagai subtitusi impor gandum.


Kronologi Korupsi Bansos Juliari Batubara, Nomor 6 Vonis Diringankan karena Dihujat

4 hari lalu

Kronologi Korupsi Bansos Juliari Batubara, Nomor 6 Vonis Diringankan karena Dihujat

KPK menyetorkan uang pengganti dari terpidana kasus korupsi bansos Covid-19 Juliari Batubara Rp 14,5 miliar ke kas negara. Kronologi kasusnya.


Lama Tersimpan di Gudang, JNE Ungkap Alasan Beras Bansos yang Rusak Akhirnya Dikubur

5 hari lalu

Lama Tersimpan di Gudang, JNE Ungkap Alasan Beras Bansos yang Rusak Akhirnya Dikubur

JNE punya pertimbangan khusus sehingga memutuskan untuk mengubur beras bansos yang rusak dan tidak membuangnya di sembarang tempat.


Ganti Beras Bansos yang Rusak, JNE Kehilangan Honor Rp 37 Juta

6 hari lalu

Ganti Beras Bansos yang Rusak, JNE Kehilangan Honor Rp 37 Juta

JNE harus mengganti beras bansos yang rusak tersebut dengan cara memotong honor yang seharusnya mereka terima.


JNE Ancam Polisikan Rudi Samin Pembongkar Kuburan Beras Bansos di Depok

6 hari lalu

JNE Ancam Polisikan Rudi Samin Pembongkar Kuburan Beras Bansos di Depok

JNE melalui kuasa hukum Hotman Paris mengancam akan mempolisikan Rudi Samin, orang yang membongkar dan memviralkan kuburan beras bansos.


Perusahaan Milik Keluarga Hary Tanoe Klaim Tak Terlibat Penimbunan Beras Bansos

6 hari lalu

Perusahaan Milik Keluarga Hary Tanoe Klaim Tak Terlibat Penimbunan Beras Bansos

PT DNR mendapatkan proyek penyaluran beras bansos pada September-Oktober 2020.


JNE Kaji Laporkan Fitnah Kuburan Bansos, Rudi Samin: Silakan Saja, Biar Terbuka Semua

6 hari lalu

JNE Kaji Laporkan Fitnah Kuburan Bansos, Rudi Samin: Silakan Saja, Biar Terbuka Semua

Pengacara JNE, Hotman Paris Hutapea mempertimbangkan untuk melaporkan Rudi Samin pemilik tanah kuburan bansos presiden di Kota Depok.


JNE Tak Langsung Mengubur Beras Bansos yang Rusak, Sempat Disimpan di Gudang 1,5 Tahun

6 hari lalu

JNE Tak Langsung Mengubur Beras Bansos yang Rusak, Sempat Disimpan di Gudang 1,5 Tahun

Beras-beras bansos yang rusak oleh JNR sempat disimpan di gudang selama 1,5 tahun. Baru kemudian eks beras bansos itu dikubur.