Sri Mulyani Curhat WFH Lebih Berat daripada Ngantor

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sri Mulyani membagikan foto dan video saat bekerja dari rumah atau work from home. Instagram/@smindrawati

    Sri Mulyani membagikan foto dan video saat bekerja dari rumah atau work from home. Instagram/@smindrawati

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan mengamati kerja seluruh jajaran di Kemenkeu, waktu bekerja di rumah pada masa pandemi Covid-19 atau Covid-19. Menurutnya, ada di jajaran Kemenkeu yang merasakan bekerja di rumah atau work from home (WFH) ternyata jauh lebih berat.

    "Saya ini termasuk. Saya lebih banyak yang disebut jam kerja lebih dari jam kerja normal, karena kalau work from home itu artinya 24 jam sehari kita 7 hari kita tidak ada bedanya antar home sama work, sehingga kerjanya luar biasa panjang, ga ada jedanya bahkan," kata Sri Mulyani dalam Town Hall Meeting Kemenkeu, Jumat, 19 Juni 2020.

    Dia mengatakan banyak orang menganggap dari satu meeting online kepada meeting lain tidak perlu travelling time, tapi hanya pindah dari satu Zoom (aplikasi meeting online) ke Zoom. Padahal, kata dia, Kemenkeu harus menyiapkan bahan setiap pertemuan, karena yang kita bicarakan biasanya ada konsekuensi keuangan negara.

    Dia menuturkan di jajaran Kemenkeu dilakukan survei mengenai kinerja saat work from home. Dalam survei itu ada 24,84 persen yang merasa dengan work from home bekerja lebih banyak dari jam kerja.

    "Itu saya salah satu termasuk," ujarnya.

    Namun, kata dia, ada 31,98 persen yang merasa kerja lebih sedikit dari jam normal. "Nah ini tanda-tanda harus kita lihat, jadi selama ini dia ga bisa kerja di rumah atau tugasnya memang tidak bisa dilakukan dari rumah atau apa penyebabnya," kata dia.

    Adapun 43,18 persen responden mengaku kerjanya sama saja ketika saat WFH dengan di kantor.

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.