Hari Ini Harga Emas Antam Turun Jadi Rp 895 Ribu per Gram

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menunjukkan logam mulia ukuran 25 gram di Butik Emas, Jakatarta, 20 Maret 2018. Harga emas yang dijual oleh PT Aneka Tambang (Antam) hari ini naik sebesar Rp2.000 per gram. Tercatat harga emas Antam 1 gram dijual Rp650 ribu per gram. TEMPO/Tony Hartawan

    Petugas menunjukkan logam mulia ukuran 25 gram di Butik Emas, Jakatarta, 20 Maret 2018. Harga emas yang dijual oleh PT Aneka Tambang (Antam) hari ini naik sebesar Rp2.000 per gram. Tercatat harga emas Antam 1 gram dijual Rp650 ribu per gram. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau emas Antam pada perdagangan Jumat, 19 Juni 2020, turun Rp 5.000 dibanding kemarin. Adapun harga emas Antam pada 18 Juni sebesar Rp 900 ribu per gram.

    "Harga emas batangan satu gram Rp 895.000," seperti ditulis dalam situs resmi logammulia.com pada Jumat.

    Adapun harga emas hari ini jauh lebih tinggi dibanding awal tahun yang sebesar Rp 771 ribu. Harga tersebut merupakan yang terendah tahun ini. Sedangkan harga tertinggi emas pada tahun ini sebesar Rp 972 ribu per gram pada 7 April 2020.

    Emas batangan ANTAM LM terjamin keaslian dan kemurniannya dengan sertifikat London Bullion Market Association. Berdasarkan situs logammulia.com, harga emas batangan Antam di butik Pulogadung, Jakarta hari ini, yaitu:

    1 gram Rp 895.000
    2 gram Rp 1.730.000
    3 gram Rp 2.570.000
    5 gram Rp 4.255.000
    10 gram Rp 8.445.000
    25 gram Rp 20.987.000
    50 gram Rp 41.895.000
    100 gram Rp 83.712.000
    250 gram Rp 209.015.000

    Sedangkan, harga emas berukuran 500 gram, yaitu Rp 417,8 juta. Dan harga emas batangan 1.000 gram yaitu Rp 835,6 juta.

    Adapun dalam situs itu, tertulis sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen (untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non NPWP). "Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22," tulis situs tersebut.

    HENDARTYO HANGGI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.