Sri Mulyani Koreksi Pertumbuhan Ekonomi -0,4 hingga 1 Persen

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan bahwa pemerintah telah menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari semula 2,3 persen menjadi 1 persen di level atas. Sedangkan di level bawah, pertumbuhan ekonomi bisa terkontraksi hingga -0,4 persen.

    "Karena kami melihat ada kontraksi yang cukup dalam di kuartal kedua. Tentu ini tergantung dari kemampuan untuk memulihkan ekonomi di kuartal III dan IV atau semester II," ujar Sri Mulyani dalam rapat Badan Anggaran bersama DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 18 Juni 2020.

    Sri Mulyani mengatakan, sejumlah lembaga internasional juga telah merevisi prediksinya terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bank Dunia, misalnya, yang semula optimistis bahwa Indonesia masih tumbuh 2,5 persen kini menurunkan proyeksinya menjadi 0 persen.

    Sedangkan OECD memperkirakan pertumbuhan ekonomi Tanah Air akan terkoreksi ke level -2,8 hingga -3,9 persen dan ADB -1 persen. Adapun IMF pada April lalu memperkirakan Indonesia tumbuh 0,5 persen.  Namun, menurut Sri Mulyani, IMF bakal segera memberikan koreksinya pada Juli mendatang untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2020.

    Kondisi yang sama diperkirakan juga terjadi di negara lain, utamanya untuk kuartal ini. Amerika Serikat, contohnya. Pertumbuhan ekonomi negara yang dipimpin Donald Trump ini  diperkirakan bakal amblas di level -9,7 persen pada kuartal II mendatang.

    Adapun Inggris juga mengalami koreksi yang tajam dari semula -1,6 persen menjadi -15,4 persen. Lantas, Jerman dari -2,3 persen menjadi -11,2 persen. Kemudian, Prancis dari prediksi mula-mula -5,0 persen menjadi -17,2 persen.

    Negara di Asia, seperti Jepang, diproyeksikan akan turut  mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal II, yakni dari semula -1,7 persen menjadi -8,3 persen. Selanjutnya, India diperkirakan anjlok -12,4 persen; Singapura -6,8 persen; dan Malaysia -8,0 persen.

    Adapun Indonesia yang semula masih diprediksi tumbuh di kuartal II 3,0 persen kini ditaksir akan terkontraksi menjadi -3,1 persen. Namun, berbeda dengan negara lainnya, Cina diperkirakan sudah mengalami pertumbuhan positif. Pada kuartal II, Cina dimungkinkan akan mengalami pertumbuhan 1,2 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.