Bank Indonesia Turunkan Suku Bunga Acuan Jadi 4,25 Persen

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wartawan tengah melihat secara daring pemaparan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Jakarta, Rabu, 29 April 2020. Bank Indonesia (BI) mengumumkan bid yang masuk untuk Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp 44,4 triliun. Tempo/Tony Hartawan

    Wartawan tengah melihat secara daring pemaparan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Jakarta, Rabu, 29 April 2020. Bank Indonesia (BI) mengumumkan bid yang masuk untuk Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp 44,4 triliun. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 17-18 Juni 2020 memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate di level 4,25 persen. Suku bunga fasilitas simpanan juga turun 25 bps menjadi 3,50 persen, dan suku bunga fasilitas pinjaman turun 25 bps menjadi 5,00 persen.

    "Keputusan ini konsisten dengan upaya menjaga stabilitas perekonomian dan mendorong pemulihan ekonomi nasional di era Covid-19," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam siaran langsung pengumuman RDG BI di Bank Indonesia, Jakarta, Kamis, 18 Juni 2020.

    Sebelumnya, pada 19 Februari 2020, BI sudah memangkas suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate 25 basis poin menjadi 4,75 persen. Dan pada 19 Maret, BI menurunkan suku bunga acuan menjadi 4,5 persen.

    Ke depan, Bank Indonesia akan tetap melihat ruang penurunan suku bunga seiring dengan rendahnya tekanan inflasi, terjaganya stabilitas eksternal, termasuk rendahnya defisit transaksi berjalan dan perlunya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih lanjut. "Kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah dan pelonggaran likuiditas atau quantitative easing akan terus kami lanjutkan," ujar Gubernur BI.

    Perry mengatakan, kebijakan moneter tetap akomodatif dan konsisten dengan prakiraan inflasi. Hal itu disebutnya sebagai tindak lanjut dari sejumlah stimulus yang sudah dikeluarkan pemerintah. Selain itu Bank Indonesia juga kembali memperkuat bauran kebijakan yang diarahkan untuk mendukung upaya meminimalkan risiko dampak virus Corona atau Covid-19.

    Perry mengatakan, strategi operasi moneter terus ditujukan untuk menjaga kecukupan likuiditas dan mendukung transmisi bauran kebijakan yang akomodatif. Karenanya, BI juga akan terus mencermati dampak Covid-19 terhadap perkembangan ekonomi global dan domestik dalam memanfaatkan ruang bauran kebijakan yang akomodatif untuk menjaga tetap terkendalinya inflasi dan stabilitas eksternal.

    Koordinasi Bank Indonesia dengan pemerintah dan otoritas terkait, kata Perry Warjiyo, akan terus diperkuat guna mempertahankan stabilitas ekonomi, mendorong permintaan domestik, serta mempercepat reformasi struktural, termasuk dalam memitigasi dampak Covid-19.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?