Ini Pekerjaan Rumah Rivan Purwantoro Dirut Baru Bank Bukopin

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rivan A Purwantono (kiri) bersama seorang masinis kereta. Facebook.com

    Rivan A Purwantono (kiri) bersama seorang masinis kereta. Facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Bukopin Tbk. hari ini menyetujui pengangkatan Rivan Achmad Purwantono sebagai direktur utama menggantikan Eko Rachmansyah Gindo yang mengundurkan diri pada 18 Mei 2020. 

    Penunjukan Rivan sebagai Direktur Utama dalam RUPST yang dimulai pukul 11.00 WIB mendapatkan suara bulat dari para pemegang saham.

    Pria kelahiran Kudus, Jawa Tengah, ini bukan merupakan nama baru di Bukopin.

    Sebab sejak 2018 hingga Januari lalu, ia menempati posisi sebagai Direktur Konsumer Bank Bukopin. Manajemen menilai penunjukan Rivan sangat tepat.

    "Mengingat nature bisnis Bank Bukopin yang selama ini memang fokus pada bisnis ritail (UMKM dan Konsumer)," tulis manajemen dalam keterangannya, Kamis, 18 Juni.

    Rivan belum lama meninggalkan Bank Bukopin. Sebelum penunjukan sebagai direktur utama, Rivan menduduki jabatan sebagai direktur keuangan PT Kereta Api Indonesia (Persero).

    Kini Rivan mengemban tugas berat setelah kembali ke Bank Bukopin. Masalah penambahan modal yang belum berujung dan mengetatnya likuiditas menjadi fokus utama Rivan.

    Penunjukan Rivan pun diharapkan dapat mengatasi beragam tantangan yang saat ini membelit Bank Bukopin.

    Selain persetujuan perubahan susunan pengurus perseroan, RUPST perseroan juga membahas lima agenda.

    Agenda pertama yaitu persetujuan atas laporan tahunan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2019 dan pengesahan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019, serta memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan atas tindakan pengawasan dan pengurusan yang telah dilakukan dalam tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2019.

    Kedua, persetujuan atas penggunaan laba bersih perseroan untuk tahun buku 2019.

    Agenda ketiga yaitu persetujuan pemberian tantiem kepada dewan komisaris dan direksi perseroan untuk tahun buku 2019.

    Keempat, persetujuan penunjukan kantor akuntan publik untuk pemeriksaan laporan keuangan perseroan tahun buku 2020 beserta penetapan honorariumnya.

    Kelima, persetujuan penetapan honorarium, gaji dan/atau tunjangan bagi dewan komisaris dan direksi perseroan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.