Daftar Deretan Nama Milenial di Kursi Bos Perusahaan BUMN

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir (kanan) bersama Direktur IHC Dr Fatheema Djan Rachmat usai melihat fasilitas khusus corona atau COVID-19 di Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Kamis, 16 April 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir (kanan) bersama Direktur IHC Dr Fatheema Djan Rachmat usai melihat fasilitas khusus corona atau COVID-19 di Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Kamis, 16 April 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menakhlikkan janjinya untuk mengangkat nama-nama milenial menduduki kursi bos di perusahaan pelat merah. Janji tersebut pernah dilontarkan pada Januari 2020 lalu, tepatnya setelah tiga bulan dia menjabat sebagai menteri.

    "Di BUMN, direksi komisaris 10-15 perempuan, dan 5-10 persen milenial. Saya buka kesempatan milenial jadi direksi tapi siap adaptasi dan belajar atas perubahan," katanya di Jakarta pada 28 Januari 2020.

    Belum lama ini, Erick mendapuk Fadli Rahman, pemuda berusia 33 tahun, menjadi Komisaris di Pertamina Hulu Energi melalui rapat umum pemegang saham. Dikutip dari situs resmi perusahaan, Fadli Rahman lahir pada 5 Juli 1986. Ia menjabat sebagai Komisaris PT Pertamina Hulu Energi sejak 20 Januari 2020.

    Fadli Rahman merupakan lulusan Ekonomi Mineral dan Energi Colorado School of Mines (CSM) pada 2016 (gelar Ph.D) dan 2013 (gelar M.S). Sebelumnya, dia meraih gelar Bachelor of Science di ITB pada 2007.

    Ia sempat menjadi Principal di Boston Consulting Group sedari 2016 dan dipercaya sebagai Senior Field Engineer di Schlumberger pada 2008-2011. Setahun sebelum itu, Fadli menjadi Reservoir Engineer.

    Fadli Rahman bukan satu-satunya komisaris yang berasal dari kalangan milenial. Musababnya, Erick juga mendapuk Adrian Zakhary, 32 tahun, sebagai Komisaris PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII.

    Seperti dinukil dari laman resmi PTPN VII, Adrian adalah komisaris independen yang sebelumnya sempat menjabat sebagai Komisaris PTPN II. Dari latar pendidikannya, dia adalah lulusan Teknik & Manajemen Industri Pertanian Universitas Padjadjaran dan Magister Ilmu Ekonomi dari Universitas Indonesia.

    Adrian sempat menjabat sebagai CEO PT Visualogy Teknologi pada 2018 hingga 2020, Pemimpin Redaksi & COO Verta TV & vertanews.id pada 2019, dan Senior Consultant Digital Marketing & Pengembangan Bisnis Douyu di Asia Tenggara pada 2018.

    Kiprahnya tak hanya dimulai dari situ. Setahun sebelumnya, Adrian menempati jabatan sebagai Senior Manager Business Dev & Product Operation Alibaba Group. Dia juga tercatat pernah menjadi Executive Producer (Section Head) MNC Group pada 2016 hingga 2017, jurnalis & produser televisi serta Product Manager di NET TV pada 2012 hingga 2016, dan jurnalis, creative, & live presenter di Trans TV pada 2010 hingga 2012.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.