Luhut Pandjaitan: Pandemi jadi Momentum IKM untuk 'Naik Kelas'

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, saat mengunjungi Kantor Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin, 6 Januari 2020. Tempo/Egi Adyatama

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, saat mengunjungi Kantor Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin, 6 Januari 2020. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan menyatakan perubahan aktivitas sebagai dampak pandemi virus Corona atau Covid-19 seharusnya dilihat sebagai peluang oleh industri kecil dan menengah (IKM) di Tanah Air. 

    "Yang terjadi pada hampir seluruh umat manusia di dunia selama pandemi hingga pasca pandemi, mengubah cara konsumsi kita dari yang sebelumnya offline menjadi online. Saya melihat hal ini sebagai momentum Industri Kecil Menengah atau IKM kita untuk 'naik kelas'," ujar Luhut, seperti dikutip dari postingannya di Instagram @luhut.pandjaitan, Rabu malam, 17 Juni 2020.

    Oleh karena itu Luhut mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta IKM agar bisa punya jaringan bisnis daring atau online lewat program #esmartikm. Program tersebut merupakan bagian dari Gerakan #BanggaBuatanIndonesia yang fokus untuk mendorong masyarakat ikut membeli produk-produk karya anak bangsa.

    Dalam pengembangannya, program #esmartikm adalah sistem database IKM yang menampilkan profil industri, sentra dan produknya yang diintegrasikan dengan platform e-commerce. Program #esmartikm dilakukan untuk mengembangkan ekonomi berbasis digital, meningkatkan ekspor IKM, serta memperluas akses pasar dan akses pendanaan.

    "Tujuannya agar kita dapat menjadi showcase produk sendiri, bukan hanya menjadi reseller produk negara lain," kata Luhut.

    Lebih jauh Luhut mengutip data Kementerian Perindustrian soal transaksi penjualan online naik 10-15 persen selama masa pandemi. "Di mana kebijakan PSBB dan WFH diterapkan di banyak instansi swasta maupun pemerintah," ucapnya.

    Ia juga menekankan perlunya UMKM-IKM mengikuti program tersebut, yakni karena ada banyak keuntungan yang ditawarkan, seperti promosi di e-commerce, pelatihan di media pemasaran online, pendampingan selama masa berlaku program, fasilitas untuk memperoleh sertifikasi merk dagang, serta fasilitas akses digital akun e-commerce untuk akses pemasaran produk/usaha. Ada juga yang tidak kalah penting adalah kesempatan produk/usahanya untuk go-international dengan memperluas jaringan bisnis secara online lewat platform e-commerce besar yang sudah ada di Indonesia.

    Luhut mengingatkan agar masyarakat tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan serta memprioritaskan membeli karya dan produk dari pelaku UMKM dalam negeri. "Sehingga terciptalah momentum berupa perubahan yang besar dan baik bagi industri dalam negeri agar menjadi tuan di negerinya sendiri," ujarnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.