Tinjau Mal Kota Kasablanka, Mendag Ingatkan Protokol Kesehatan

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Plang 50 persen dining cashback di berbagai restoran Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan. TEMPO/Bram Setiawan

    Plang 50 persen dining cashback di berbagai restoran Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan. TEMPO/Bram Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau operasional Mal Kota Kasablanka, Selasa, 16 Juni 2020. Pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan itu sudah dibuka kembali setelah pemerintah mereaktivasi sejumlah kegiatan ekonomi.

    Dalam kunjungannya, Agus mengingatkan pentingnya pengunjung dan petugas mal untuk menerapkan aturan protokol kesehatan. Aturan itu tertuang dalam Surat Edaran Mendag Nomor 12 Tahun 2020 tentang pemulihan aktivitas perdagangan di masa new normal.

    "Kami meminta semua pihak bahu-membahu melaksanakan protokol pengendalian pencegahan Covid-19 di pusat perbelanjaan secara ketat dan penuh kesadaran dalam memasuki era adaptasi kebiasaan baru,” ujar Mendag di Mal Kota Kasablanka, Tebet, Jakarta Selatan, pada Selasa petang, 16 Juni 2020.

    Agus menerangkan, mal Jakarta dibuka per 15 Juni dengan tujuan untuk menggairahkan kembali sektor ekonomi yang sempat mati suri lantaran pandemi corona. Namun, ia mengimbau agar masyarakat tidak merespons pembukaan mal ini dengan euforia berlebihan lantaran penyakit Covid-19 masih mengancam.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan pernyataan senada. Ia berujar, pengelola pusat-pusat kegiatan, seperti pusat perbelanjaan, sosial, dan keagaman, harus memperhatikan protokol baru yang diatur pemerintah.

    “Penerapan protokol baru diharapkan dapat dilakukan dengan disiplin karena kedisiplinan bukan hanya melindungi pengunjung, tapi semua orang yang beraktivitas di mal,” ujar Anies.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.