IHSG Menghijau, Saham Perbankan Paling Perkasa

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan melintas di depan layar pergerakan saham Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi yang terlemah dibandingkan dengan bursa saham di Asia hingga sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (17/3). Hingga pukul 12.00 WIB, IHSG atau Jakarta Composite Index menjadi yang terlemah dengan koreksi sebesar persen atau poin ke level 4.478,55. Kejatuhan ini menjadi yang terlemah sejak Januari 2016. TEMPO/Tony Hartawan

    Karyawan melintas di depan layar pergerakan saham Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi yang terlemah dibandingkan dengan bursa saham di Asia hingga sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (17/3). Hingga pukul 12.00 WIB, IHSG atau Jakarta Composite Index menjadi yang terlemah dengan koreksi sebesar persen atau poin ke level 4.478,55. Kejatuhan ini menjadi yang terlemah sejak Januari 2016. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah sempat loyo beberapa hari terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini kembali bangkit. IHSG ditutup menguat lebih dari 3 persen pada akhir perdagangan hari ini, Selasa 16 Juni 2020.

    Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, pergerakan IHSG ditutup menguat 3,53 persen atau 170,12 poin ke level 4.986,46 pada akhir perdagangan hari ini. Sehari sebelumnya, IHSG masih merah dengan koreksi sebesar 1,4 persen atau turun 68,3 poin ke 4.812,06. 

    Indeks mulai bangkit dari pelemahannya dengan mengawali perdagangan Selasa langsung melambung 2,46 persen atau 118,28 poin ke level 4.934,61. Sepanjang hari ini, IHSG bergerak dalam kisaran 4.821,47-4.989,53.

    Seluruh 10 sektor menetap di zona hijau, dipimpin oleh sektor finansial yang menguat 4,96 persen dan aneka industri yang melonjak 4,11 persen. Dari 693 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), 340 saham tercatat menguat, 101 saham melemah, dan 252 saham stagnan.

    Sejumlah saham perbankan menjadi penopang utama pergerakan IHSG hari ini, di antaranya PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang melonjak 4,73 persen, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang melonjak 7,93 persen, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang menguat 6,46 persen.

    Analis RHB, Christopher Andre Benas mengatakan, pergerakan IHSG hari ini mengikuti laju bursa AS menyusul euforia dari rencana stimulus lanjutan bank sentral AS Federal Reserve.  IHSG menguat di saat bursa saham lainnya di Asia juga bergerak positif. Indeks Kospi ditutup menguat 5,28 persen, sedangkan indeks Hang Seng menguat 2,39 persen. Di Cina, indeks Shanghai Composite menguat 1,44 persen.

    Dilansir Bloomberg, The Fed memutuskan untuk membeli obligasi korporasi secara terpisah. Pembelian obligasi ini akan dilakukan melalui program Secondary Market Corporate Credit Facility. Sebelum digunakan untuk membeli obligasi korporasi, program ini kebanyakan melakukan pembelian exchange-traded funds. The Fed mengatakan program ini akan mengikuti indeks pasar obligasi korporasi AS yang juga telah dirancang secara kilat.

    Penguatan pasar juga terjadi setelah manuver risk-off investor di tengah kenaikan angka kasus positif virus corona di sejumlah lokasi seperi Beijing, Tokyo, dan Florida. Setelah kenaikan pada bulan April dan Mei, investor mulai mempertimbangkan kembali dampak virus corona terhadap kegiatan ekonomi yang belum berjalan sepenuhnya.

    BISNIS 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.