DJP Catat 355 Ribu Wajib Pajak Terima Insentif Perpajakan

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bekerjasama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar acara workshop go public dan fasilitas perpajakan bagi perusahaan di Kantor Pusat Dirjen Pajak, Jakarta, Senin, 29 April 2019. Acara tersebut diikuti oleh lebih dari 160 wajib pajak berbentuk perseroan terbatas yang terdaftar di delapan kantor wilayah DJP di Jakarta. TEMPO/Tony Hartawan

    Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bekerjasama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar acara workshop go public dan fasilitas perpajakan bagi perusahaan di Kantor Pusat Dirjen Pajak, Jakarta, Senin, 29 April 2019. Acara tersebut diikuti oleh lebih dari 160 wajib pajak berbentuk perseroan terbatas yang terdaftar di delapan kantor wilayah DJP di Jakarta. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Suryo Utomo mengatakan, ada 355 ribu wajib pajak yang telah menerima insentif untuk meredam dampak ekonomi Virus Corona alias Covid-19.

    "Data yang kami rekam hingga 12 Juni 2020 ada 355 ribu WP yang memberitahukan memanfaatkan insentif perpajakan di dunia usaha," ujar Dirjen Pajak Suryo Utomo dalam konferensi video, Selasa, 16 Juni 2020.

    Menurut Suryo, ada 103 ribu wajib pajak yang mengajukan insentif berupa PPh Pasal 21 ditanggung pemerintah. Ia mengatakan mayoritas Klasifikasi Lapangan Usaha lapor telah memanfaatkan insentif tersebut. "Hampir 90 persen KLU dari sektor yang diberikan fasilitas telah melaporkan untuk memanfaatkan PPh pasal 21 ditanggung pemerintah untuk karyawan," ujar Suryo.

    Selain PPh Pasal 21, Suryo mengatakan ada sekitar 8.700 wajib pajak yang mengajukan insentif pajak penghasilan Pasal 22 impor. Dengan jumlah tersebut, ia mencatat 72 persen KLU dari sektor yang diberikan fasilitas sudah memanfaatkan insentif pembebasan PPh Pasal 22 impor.

    Di samping itu, tercatat untuk insentif PPh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah pasal 23 ada sekitar 192 ribu pengusaha UMKM yang memanfaatkan insentif tersebut.  Khusus untuk insentif restitusi diperlebar dari Rp 1 miliar menjadi Rp 5 miliar, ada 3.816 pengusaha kena pajak yang meminta atau mengajukan permohonan.

    Dari angka-angka tersebut, total ada 355 ribu wajib pajak yang disetujui untuk mendapat manfaat insentif tersebut. Suryo mengatakan sejak April hingga Mei 2020 baru insentif yang diberikan baru 6,8 persen dari jumlah yang diperhitungkan oleh pemerintah.

    Untuk itu, Suryo mengajak wajib pajak untuk bisa memanfaatkan insentif-insentif tersebut. "Beberapa insentif sudah dibuka pemerintah, silakan dimanfaatkan dan pemanfaatannya tidak susah, cukup melalui aplikasi dan tidak perlu ke kantor pajak."

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.