Bos Garuda Sebut Penyebab Maskapai Bisa Mati Suri di Tengah Pandemi

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Irfan Setiaputra. facebook.com

    Irfan Setiaputra. facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra membeberkan alasan maskapai bisa berada dalam kondisi mati suri di tengah pandemi corona. Menurut dia, salah satu sebabnya lantaran perusahaan terlampau lama mengaktifkan mode bertahan atau survival mode.

    "Kalau survival mode enam bulan, kita bisa mati suri," tutur Irfan dalam webinar bersama Binus University, Selasa, 16 Juni 2020.

    Irfan mencontohkan maskapai yang saat ini berada dalam kondisi tersebut adalah Thai Airways. Perusahaan penerbangan asal Thailand ini sudah menyatakan bangkrut setelah terhantam wabah.

    Adapun faktor pendorong yang ditengarai dapat membuat perusahaan segera bangkit adalah respons positif dari penumpang. Karena itu, Irfan memastikan perusahaannya terus menyusun strategi untuk memulihkan kepercayaan masyarakat menaiki angkutan udara.

    Upaya yang ia maksud ialah menjaga prinsip jaga jarak fisik atau physical distancing di dalam armada pesawat. "Makanya kami tidak mengotot mengisi kapasitas penumpang 100 persen. Karena begitu diisi 100 persen, yang terjadi masyarakat enggak confident (yakin) dan dampaknya ke penerbangan makin akan panjang," tutur Irfan.

    Ihwal pengaturan kuota, Irfan memastikan saat ini Garuda Indonesia maksimal hanya mengangkut 63 persen dari total kursi yang disediakan per penerbangan. Jumlah ini lebih sedikit dari batas maksimal yang ditetapkan pemerintah, yakni sebesar 70 persen.

    "Karena kami ada business class, jadi kapasitas kami hanya bisa maksimal 63 persen jika sisi tengah dikosongkan," ucapnya.

    Di sisi lain, terkait dengan rencana maskapai untuk menyesuaikan harga lantaran okupansi diturunkan, Irfan masih menunggu restu dari Kementerian Perhubungan dan masyarakat. "Kalau pemerintah membolehkan dan masyarakat bersedia, kami akan naikkan sedikit. Tapi kami juga tahu diri dengan kondisi saat ini," ucapnya.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.