Sri Mulyani: Defisit APBN Capai Rp 179,6 T Hingga Akhir Mei 2020

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gestur Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani saat memberikan keterangan pers tentang realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 per akhir Oktober 2019 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin, 18 November 2019. Sri Mulyani mengatakan, secara tahunan belanja negara hanya tumbuh sebesar 4,5 persen, jauh lebih rendah jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang tumbuh 11,9 persen. TEMPO/Tony Hartawan

    Gestur Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani saat memberikan keterangan pers tentang realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 per akhir Oktober 2019 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin, 18 November 2019. Sri Mulyani mengatakan, secara tahunan belanja negara hanya tumbuh sebesar 4,5 persen, jauh lebih rendah jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang tumbuh 11,9 persen. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2020 mencapai Rp 179,6 triliun hingga 31 Mei 2020.

    "Ini 21,1 persen dari defisit dalam Perubahan APBN di Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2020," ujar Sri Mulyani dalam konferensi video, Selasa, 16 Juni 2020. Dengan angka tersebut pun, ia mengatakan ada kenaikan defisit 42,8 persen ketimbang tahun lalu.

    Sri Mulyani mengatakan defisit itu terjadi lantaran seluruh penerimaan pemerintah mengalami kontraksi pada periode yang sama. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, pendapatan negara hingga akhir Mei 2020 adalah sebesar Rp 664,3 triliun atau tumbuh negatif 9 persen ketimbang tahun lalu.

    "Penerimaan negara mengalami kontraksi karena seperti yang disampaikan bahwa ada ekspektasi terjadi kontraksi penerimaan dibandingkan tahun lalu akibat Covid-19," ujar Sri Mulyani.

    Ia mengatakan saat ini dunia usaha dan kegiatan ekonomi menghadapi tekanan dan dampaknya sudah terlihat pada Mei 2020.

    Penerimaan perpajakan tercatat sebesar Rp 526,2 triliun atau tumbuh minus 7,9 persen dari tahun lalu. Sementara itu,  penerimaan negara bukan pajak tercatat Rp 136,9 triliun atau terkontraksi 13,6 persen. Sedangkan penerimaan hibah tercatat Rp 1,2 triliun.

    Sementara itu, belanja negara hingga 31 Mei 2020 tercatat sebesar Rp 843,9 triliun atau terkontraksi 1,4 persen dari tahun lalu. Rinciannya, belanja pemerintah pusat sebesar Rp 537,3 triliun, serta transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp 306,6 triliun.

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?