573 Pedagang Pasar Positif Corona, 32 Orang Meninggal

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana aktivitas jual beli di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Minggu, 15 Juni 2020. Anggota Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Reisa Broto Asmoro mengatakan pasar tradisional rentan menjadi tempat penularan COVID-19 salah satunya akibat sarana pencegahan yang dinilai belum memadai. Data Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mencatat lebih dari 400 pedagang di 93 pasar terinfeksi virus corona. ANTARA

    Suasana aktivitas jual beli di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Minggu, 15 Juni 2020. Anggota Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Reisa Broto Asmoro mengatakan pasar tradisional rentan menjadi tempat penularan COVID-19 salah satunya akibat sarana pencegahan yang dinilai belum memadai. Data Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mencatat lebih dari 400 pedagang di 93 pasar terinfeksi virus corona. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia alias IKAPPI Bidang Keanggotaan Dimas Hermadiyansyah mengatakan ada penambahan kasus corona atau Covid-19 di pasar sebanyak 44 positif dan sebanyak 3 orang meninggal. Berdasarkan data sebelumnya, terjadi kasus positif Corona di pasar sebanyak 529 orang dan meninggal sebanyak 29 orang. 

    "Dengan bertambahnya kasus Covid-19 di Pasar yang kini mencapai 573 orang positif dan 32 orang meninggal yang tersebar di 110 pasar seluruh Indonesia, maka IKAPPI benar-benar berharap semua pihak baik itu Relawan, BUMN, Pemda/BUMD, Organisasi Masyarakat, Kepemudaan dan Perusahaan Swasta untuk bersama-sama menyelamatkan pasar dari penyebaran Covid-19 dengan berkolaborasi bersama kami," ujar Dimas dalam keterangan tertulis, Senin, 15 Juni 2020.

    Dimas mengatakan hal tersebut penting karena besarnya jumlah pasar tradisional yang tersebar di seluruh Indonesia yang mencapai 13.450 pasar. Dengan jumlah tersebut, pasar-pasar di Indonesia bisa menampung total sebanyak 12,3 juta pedagang, belum termasuk para pemasok barang, PKL, kuli panggul serta jejaring rantai di pasar tradisional. "Belum lagi dilihat dari nilai ekonomi yang berputar di Pasar tradisional seluruh Indonesia mencapai triliunan rupiah per hari," tutur Dimas.

    Dengan terus bertambahnya temuan kasus positif Covid-19 di Pasar tradisional, Dimas mengatakan mata pencaharian 12 juta lebih pedagang terancam hilang. Karena itu, pelaksanaan protokol kesehatan di pasar harus disosialisasikan secara intensif, serta pelaksanaan program bantuan penyediaan masker maupun hand sanitizer untuk pedagang serta penyemprotan disinfektan dilakukan secara rutin di saat pasar berhenti beroperasi. 

    IKAPPI, kata Dimas, saat ini tengah berupaya melakukan langkah-langkah koordinasi dan sinergi dengan pihak terkait, agar ada peran serta dari seluruh komponen masyarakat untuk ikut bergotong royong melawan wabah tersebut di pasar. Dengan berbagai rujukan penerapan protokol kesehatan, seperti misalnya di Pasar Bendo Trenggalek, Pasar Kota Salatiga, Pasar Raya Padang dan beberapa pasar lain di Indonesia, ia berujar organisasinya pun telah membentuk Satgas IKAPPI untuk Penanggulangan Penyebaran Covid alias SIGAP Covid-19 di Pasar Tradisional.

    "Akan kami mulai di DKI Jakarta sebagai project percontohan," ujar Dimas. "Kami berharap agar bisa bersama-sama menjaga agar pasar aman dan nyaman untuk di kunjungi serta mata pencaharian 12 juta lebih masyarakat yang menggantungkan hidup di pasar tradisional terselamatkan."

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.