Kepala SKK Migas Prediksi Harga Keseimbangan Baru Minyak USD 60

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto. ANTARA/Risbiani Fardaniah

    Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto. ANTARA/Risbiani Fardaniah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas, Dwi Soetjipto, memperkirakan harga minyak mentah akan mencapai titik keseimbangan baru di level US$ 60 per barel. Titik keseimbangan baru ini terjadi setelah anjloknya harga minyak akibat penurunan permintaan di tengah wabah Covid-19.

    Dwi memprediksi level keseimbangan bau harga minyak itu akan terjadi pada tahun 2024 atau 2025. Dari pengamatannya, ia menyebutkan setidaknya ada tiga asumsi dasar atas perkiraan titik kesimbangan baru harga minyak tersebut.

    Pertama, perhitungan berdasarkan biaya produksi. "Bila harga minyak di bawah US$ 30 per barel maka akan banyak perusahaan minyak yang kolaps, kecuali yang memiliki cadangan besar," ujarnya dalam Forum Group Discussion online, Senin, 15 Juni 2020.

    Kedua, pembicaraan di Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang mulai memangkas produksi mereka.

    Ketiga, analisa-analisa perkiraan harga minyak mentah Brent oleh lembaga riset energi Woodmac, Rystad and Platts.

    Lebih jauh Dwi menyebutkan Covid-19 di Tanah Air yang menyebabkan harga minyak dunia bergejolak telah menurunkan aktivitas operasional kegiatan usaha hulu minyak dan gas (migas). Bahkan ia menyatakan ada sejumlah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) minyak dan gas (migas) yang melakukan penundaan rencana bisnis mereka.

    Namun begitu, SKK Migas terus melakukan komunikasi agar produksi dan lifting minyak tetap terjaga. "Angkanya yang realistis tahun ini 705 ribu barel per hari, dari target APBN 755 ribu barel per hari," kata Dwi.

    Selain itu, dampak Covid-19 dan gejolak harga minyak dunia juga menyebabkan penurunan pemanfaatan migas, penurunan keekonomian lapangan migas, penurunan outlook lifting 2020, dan mundurnya onstream Proyek Marakes dari Kuartal III 2020 menjadi kembali ke rencana awal POD Kuartal I 2020.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.