Industri Penerbangan Diprediksi Pulih Delapan Bulan Lagi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang antre sebelum pemberangkatan di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat, 15 Jumat 2020. Sebanyak 1486 penumpang berizin dengan 23 penerbangan diterbangkan dari Bandara Soekarno Hatta dengan dokumen syarat terbang dan surat keterangan bebas COVID-19. ANTARA

    Calon penumpang antre sebelum pemberangkatan di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat, 15 Jumat 2020. Sebanyak 1486 penumpang berizin dengan 23 penerbangan diterbangkan dari Bandara Soekarno Hatta dengan dokumen syarat terbang dan surat keterangan bebas COVID-19. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Para pelaku industri penerbangan masih berjuang mendongkrak keterisian armada di masa tatanan baru atau new normal. Corporate Communications Strategic of Grup Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, mengatakan minat penerbangan belum bisa pulih seketika, meski layanan dan batasan keterisian pesawat sudah dilonggarkan.

    “Kami evaluasi dan bandingkan kondisi demand masa sekarang dengan sebelum pandemi, kemudian berfokus dulu pada rute-rute yang permintaannya membaik,” ucapnya kepada Tempo, Senin 15 Juni 2020.

    Menurut Danang, penumpang era new normal akan lebih ketat memperhatikan standar kebersihan setiap maskapai sebelum bepergian. Para operator pun bakal bersaing menyediakan bentuk layanan yang lebih efektif sesuai kebutuhan pengguna jasa.

    Pemerintah mulai memulihkan kapasitas angkutan umum sejak awal pekan lalu untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan manusia di masa new normal. Batas keterisian total pesawat pun dinaikkan hingga 70 persen dari yang sebelumnya dipatok setengah dari kapasitas total, agar dapat memberi titik impas (break even point) bagi bisnis operator.

    Kebijakan itu pun disertai dengan penebalan protokol pencegahan pandemi Covid-19. Sebagai gantinya, penumpang masih harus menyiapkan dokumen, seperti bukti tes polymerase chain reaction (PCR), hasil tes rapid, atau surat keterangan sehat agar dapat terbang.

    Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, mengatakan entitasnya pun sedang memperkuat sosialisasi keamanan dan kebersihan penerbangan untuk memulihkan kepercayaan pelanggan. “Belum ada gambaran kapan demand naik lagi, tapi kita memberi jaminan bahwa terbang itu aman,” ucapnya. 

    Direktur PT Angkasa Pura I (persero), Faik Fahmi, sudah memproyesikan perubahan perilaku pengguna jasa akibat pandemi Covid-19. Dari survei yang digelar perusahaan pada April lalu, hanya sekitar 23 persen pangsa penumpang udara yang langsung kembali memakai jasa penerbangan. Sebanyak lebih dari 76 persen penumpang diperkirakan masih menahan bepergian hingga dua bahkan delapan bulan ke depan.  “Kami harus meyakinkan penerbangan sudah aman dari Covid,” katanya.

    Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I, Devy Suradji, mengatakan para penumpang akan diberikan informasi lebih banyak terkait kebersihan fasilitas publik bandara, seperti di konter check in, toilet, bahkan ruang tunggu. Penyediaan pembersih dan pengaturan tenan pun dianggap bisa meyakinkan penumpang agar berminat kembali terbang.   

    FRANSISCA CHRISTY ROSANA | HENDARTYO HANGGI | YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.