Kilang Cilacap Siap Produksi B100 Pertengahan Tahun Depan

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berbincang dengan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat meninjau ke kawasan kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban, Jawa Timur, Sabtu, 21 Desember 2019. Mantan pasangan pemimpin DKI Jakarta itu, kembali melakukan kunjungan kerja bersama dengan posisi yang kini berbeda. instagram.com/basukibtp

    Presiden Joko Widodo berbincang dengan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat meninjau ke kawasan kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban, Jawa Timur, Sabtu, 21 Desember 2019. Mantan pasangan pemimpin DKI Jakarta itu, kembali melakukan kunjungan kerja bersama dengan posisi yang kini berbeda. instagram.com/basukibtp

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, ‎ambisi Presiden Joko Widodo atau Jokowi sangat mendorong terciptanya produksi biodiesel murni (B100) dalam negeri. Nicke menyebut Kilang Cilacap akan siap memproduksi B100 pada pertengahan tahun depan.

    "Nanti di bulan Juni tahun depan di Kilang Cilacap sudah bisa memproduksi B100 langsung dari CPO," kata dia saat diskusi virtual dengan Rakyat Merdeka, Senin 15 Juni 2020.

    Nicke mengungkapkan, produksi B100 dilakukan si Kilang Cilacap akan dilakukan secara bertahap, mulai dari 3.000 barel minyak perhari, kemudian meningkat hingga 6.000 ribu barel perhari.

    Guna memproduksi bahan bakar B100 Pertamina  saat ini melakukan modifikasi (revamping equipment) Kilang Cilacap. Hal ini penting dilakukan, sebab dalam proses pencampuran masih terbatas baru sampai B30.

    "Sudah kita lakukan prosesnya barus selesai pada pertengahan tahun depan. Kita bisa buktikan ke seluruh dunia bahwa CPO dapat kita jadikan andalan sebagai bahan baku energi," ucapnya.

    Nicke melanjutkan, Pertamina juga akan memproduksi B100 dari Green Refinary Plaju. Fasilitas tersebut akan memproduksi green diesel dengan kapasitas 20 ribu barel perhari.

    Dia menceritakan, bahwa program pencampuran FAME dengan solar sudah dimulai sejak dirinya masuk ke Pertamina. Awalnya  kandungan FAME pada solar hanya sebesar 2,5 persen. "Jadi program B2,5 awalnya itu sudah berjalan sudah lama dan tersendat-sendat," ucap Nicke.

    Namun saat ini kandungan FAME yang dicampur dengan solar meningkat menjadi 30 persen (B30). Kemudian Pertamina sedang  bersiap meningkatkan hingga 100 persen atau B100.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.