Ekonomi Jateng 2,6 Persen, Ganjar Bantu Percepat Investasi Masuk

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Hendi dan Gubernur Ganjar Pranowo dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah Wilayah Pengembangan Kedungsepur, pada Rabu, 11 Maret 2020 di Semarang.

    Wali Kota Hendi dan Gubernur Ganjar Pranowo dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah Wilayah Pengembangan Kedungsepur, pada Rabu, 11 Maret 2020 di Semarang.

    TEMPO.CO, Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akan  mempercepat realisasi investasi di wilayahnya. Penyerapan investasi ini diharapkan membantu ekonomi di Jawa Tengah yang turut diterpa pandemi Covid-19. 
     
    Pada kuartal pertama tahun ini, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah hanya 2,6 persen. Dia mengaku ada sejumlah investasi yang akan masuk ke Jawa Tengah. 
     
    "Terutama yang menyedot tenaga kerja lebih banyak," kata Ganjar usai mengikuti rapat percepatan penanganan Covid-19 di kantornya pada Senin, 15 Juni 2020. Menurutnya, telah ada investor yang akan mengucurkan dana segar untuk menjalankan usaha di kawasan industri Jawa Tengah.
     
    Adanya pandemi Covid-19 juga bakal mempengaruhi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Jawa Tengah tahun 2021. Dia mengatakan akan mendesain APBD 2021 untuk dikerjakan secara padat karya. 
     
    Hingga kini, Ganjar mengklaim daerah kategori zona merah di Jawa Tengah tinggal tiga kabupaten atau kota. Tiga daerah itu adalah Kota Semarang, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Magelang. "Sementara lainnya sudah masuk zona kuning. Bahkan Banyumas dan Wonosobo itu sudah cenderung hijau," ujarnya.
     
    Ganjar meminta kepala daerah tiga kabupaten dan kota yang masih berstatus zona merah tersebut agar memperketat pergerakan masyarakat. "Tolong semua kegiatan diketatkan lagi. Kalau ada kegiatan masyarakat yang berkerumun, tolong dilarang," kata dia. "Nanti saya akan kirim surat agar pembatasannya lebih ketat."
     
    JAMAL A. NASHR

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.