Rupiah Ditutup Menguat di 14.115 per USD, Apa Sebabnya?

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas money changer menghitung mata uang dolar. Rupiah semakin tertekan terhadap nilai tukar dolar Amerika Serikat, di level Rp14.060 per Dolar AS. Jakarta, 25 Agustus 2015. TEMPO/Subekti

    Petugas money changer menghitung mata uang dolar. Rupiah semakin tertekan terhadap nilai tukar dolar Amerika Serikat, di level Rp14.060 per Dolar AS. Jakarta, 25 Agustus 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kurs rupiah terhadap dolar AS pada sore hari ini, Senin, 15 Juni 2020, berhasil ditutup di zona hijau. Nilai tukar Garuda ini melawan tren mata uang di Asia yang terkoreksi pada perdagangan hari ini.

    Data Bloomberg mencatat, nilai tukar rupiah ditutup di level Rp 14.115 per dolar AS atau terapresiasi 0,13 persen atau 18 poin. Kinerja harian tersebut menjadi yang terbaik di antara mata uang Asia lainnya, tepat di atas dolar Hong Kong yang stagnan.

    Penguatan tersebut terjadi ketika indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang utama bergerak melemah 0,12 persen ke level 97,207.

    Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim menjelaskan, penguatan rupiah didukung oleh respon pasar yang menyambut baik rilis neraca perdagangan periode Mei 2020 yang surplus US$ 2,09 miliar. Badan Pusat Statistik juga melaporkan neraca perdagangan sepanjang Januari-Mei 2020 mencatatkan surplus US$ 4,31 miliar.

    Surplus perdagangan ini, menurut Ibrahim, membawa angin segar bagi pergerakan mata uang Garuda yang saat ini terus terombang-ambing ketidakpastian pandemi Covid-19. "Dan perkiraan pertumbuhan ekonomi global yang terkontraksi,” ujar Ibrahim seperti dikutip dari keterangan resmi, Senin, 15 Juni 2020.

    BPS sebelumnya melaporkan kinerja ekspor Mei 2020 mencapai US$ 10,53 miliar, turun 13,4 persen dari bulan sebelumnya. Sementara itu, kinerja impor periode Mei 2020 hanya mencapai US$ 8,44 miliar turun 32,65 persen daripada bulan sebelumnya.

    Di sisi lain, beroperasinya kembali pusat perbelanjaan di DKI Jakarta juga menjadi katalis bagi pergerakan rupiah. Hal itu meningkatkan kepercayaan diri pasar sehingga ada harapan roda ekonomi akan kembali berputar dan ekonomi kembali stabil. Dengan demikian, ada harapan arus modal asing akan kembali deras mengalir ke pasar dalam negeri.

    Lebih jauh Ibrahim memperkirakan rupiah bergerak fluktuatif tetapi berpotensi ditutup menguat pada perdagangan esok hari, Selasa, 16 Juni 2020. Nilai tukar rupiah diprediksi bergerak di kisaran Rp 14.095 hingga Rp 14.150 per dolar AS.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?