Harga Minyak Lanjutkan Tren Penurunan jadi USD 35,65 per Barel

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang lelaki berdiri dekat dengan kilang Cardon, milik perusahaan minyak negara Venezuela PDVSA di Punto Fijo, Venezuela 22 Juli 2016. [REUTERS]

    Seorang lelaki berdiri dekat dengan kilang Cardon, milik perusahaan minyak negara Venezuela PDVSA di Punto Fijo, Venezuela 22 Juli 2016. [REUTERS]

    TEMPO.CO, New York - Harga minyak mentah di Bursa Berjangka New York pada awal pekan ini tercatat turun hingga 1,9 persen. Hal tersebut melanjutkan tren penurunan pada pekan lalu seiring dengan masih masifnya tanda-tanda penyebaran virus Corona di Cina sehingga menarik perhatian di Amerika Serikat.

    Dikutip dari Bloomberg pada hari ini, Senin, 15 Juni 2020, Bursa Berjangka di New York mencatat harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli turun menjadi US$ 35,65 per barel. Harga emas hitam itu turun ketimbang Jumat pekan lalu di level US$ 36,26 per barel.

    Tren penurunan harga minyak juga terlihat untuk harga minyak Brent untuk pengiriman Agustus turun menjadi US$ 38,2 per barel. Sebelumnya harga minyak tersebut berada di level US$ 38,73 per barel.

    Terkait dengan penyebaran virus Corona, bank sentral AS memperingatkan bahwa pandemi akan menyebabkan kerusakan berkepanjangan terhadap ekonomi AS bersamaan dengan ketakutan akibat munculnya gelombang kedua penyebaran virus. Terlebih kasus baru masih muncul di AS.  

    Selain di AS, Cina menutup pusat pasokan terbesar untuk komoditas buah dan sayuran dan melakukan karantina wilayah di dekat permukiman. Hal ini dilakukan setelah beberapa orang di pasar grosir terkonfirmasi mengidap Corona.

    Adapun, menurut data Baker Hughes Co, angka rig di Texas Barat dan New Mexico turun empat unit menjadi 137 pada pekan lalu. Angka ini selisih tipis dengan jumlah rig pada 2016 yakni tiga unit. Hal itu jga menandai penurunan dalam 13 pekan secara berturut-turut karena pengeksplor minyak menurunkan kegiatannya karena pandemi merontokkan permintaan minyak.

    Negara pengekspor minyak (OPEC) akan mengkaji pasar pada pekan ini di tengah pemangkasan produksi dan harga yang masih rendah. Kajian juga akan dilakukan Agensi Energi Internasional (IEA) dan perusahaan minyak asal Inggris, BP Plc.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.