Konsep Produktif dan Aman Ala Jokowi Dinilai Terbalik

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja memakai masker saat melintas di Kawasan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat, 12 Juni 2020. Namun jika dalam penerapan 'New Normal' terdapat kenaikan kasus baru, maka ia akan kembali melakukan pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Pekerja memakai masker saat melintas di Kawasan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat, 12 Juni 2020. Namun jika dalam penerapan 'New Normal' terdapat kenaikan kasus baru, maka ia akan kembali melakukan pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Konsep new normal produktif dan aman yang diusung Pemerintah Presiden Joko Widodo atau Jokowi dinilai terbalik. Sebab, pendekatan yang diusung pertama kali adalah produktif pada kegiatan ekonomi, bukan aman dari sisi kesehatan.

    "Itu terbalik, walau sederhana, itu menunjukkan refleksi cara berpikir kita," kata Pandu Riono, pengajar di Departemen Biostatistik dan Populasi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Univesitas Indonesia dalam diskusi CIDES di Jakarta, Ahad, 14 Juni 2020.

    Diskusi ini juga dihadiri oleh Staf Khusus Jokowi, Arif Budimanta. Sebelum Pandu, Arif telah menyampaikan bahwa saat ini pemerintah sudah menyiapkan adaptasi kehidupan bernegara.

    Bersamaan dengan itu, pemerintah sudah mulai melonggarkan aturan untuk sejumlah pusat keramaian, salah satunya pusat perbelanjaan. Hari ini, Senin 15 Juni 2020, 80 mal di Jakarta dan 23 mal di Bandung akan segera dibuka kembali.

    Dari laman resmi UI, Pandu tercatat aktif dalam isu emerging infectious diseases, pandemic disease research and surveillance, quantitative epidemiologic methods and epidemic modeling, biar analysis and bayesian methods.

    Adapun konsep new normal produktif aman sebelumnya sempat disampaikan Jokowi saat memantau persiapan pelaksanaan tatatan penerapan prosedur standar new normal pusat perbelanjaan di Bekasi, Jawa Barat. Saat itu, Jokowi juga ingin TNI dan Polri ada di pusat keramaian untuk lebih mendisiplinkan masyarakat.

    "Kita ingin tetap produktif tapi aman Covid-19. Produktif dan aman Covid-19 , ini yang kita inginkan," kata Jokowi seusai meninjau mal tersebut pada Selasa, 26 Mei 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.