Stafsus Jokowi Akui Protokol Kesehatan Covid-19 Belum Optimal

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang kereta tujuan Jakarta/Tanah Abang mengantre sebelum dapat memasuki stasiun Lenteng Agung, Jakarta, Senin pagi, 8 Juni 2020. Antrean diberlakukan sebagai protokol kesehatan untuk mengurangi kepadatan di peron stasiun dan di dalam gerbong kereta. TEMPO/Charisma Adristy

    Penumpang kereta tujuan Jakarta/Tanah Abang mengantre sebelum dapat memasuki stasiun Lenteng Agung, Jakarta, Senin pagi, 8 Juni 2020. Antrean diberlakukan sebagai protokol kesehatan untuk mengurangi kepadatan di peron stasiun dan di dalam gerbong kereta. TEMPO/Charisma Adristy

    TEMPO.CO, Jakarta - Staf Khusus Presiden Jokowi bidang Ekonomi, Arif Budimanta, mengakui bahwa protokol kesehatan Covid-19 belum berjalan sepenuhnya. Kondisi itu bahkan terjadi di tempat tinggal Arif sendiri.

    "Saya melihat anak muda seperti tidak peduli dengan Covid," kata Arif dalam diskusi CIDES di Jakarta, Ahad, 14 Juni 2020.

    Setiap pulang malam hari, Arif mengatakan anak-anak muda itu masih berkumpul tanpa masker di depan gang rumahnya. "Himpit-himpitan, duduk ngopi sampai malam. Padahal Covid serang seluruh golongan usia," kata dia prihatin.

    Sampai 13 Juni 2020, kasus positif Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 37.420 kasus, naik 1.014 dari hari sebelumnya. Sementara jumlah yang sembuh 13.776 dan yang meninggal 2.091 orang.

    Oleh sebab itu, stafsus Jokowi ini meminta masyarakat untuk tidak marah aparat hukum kemudian membubarkan perkumpulan. "Ini untuk kebaikan bersama," kata dia.

    Menurut Arif, upaya beradaptasi dengan Covid-19 melalui protokol kesehatan yang ketat tidak bisa selesai oleh pemerintah sendiri. Akan tetapi, upaya ini harus


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.