New Normal ala Ignasius Jonan: Hidup Sehat dan Webinar

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ignasius Jonan. Foto/instagram/ignasius.jonan

    Ignasius Jonan. Foto/instagram/ignasius.jonan

    Jakarta - Bagi Mantan Menteri Energi dan Sumber Dana Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, masa kenormalan baru atau new normal memiliki makna khusus. Jonan memandang, new normal merupakan momentum untuk menjalankan hidup lebih sehat ketimbang sebelumnya.

    "New normal adalah cara hidup baru kita untuk lebih menjaga kesehatan diri sendiri maupun orang lain," tutur Jonan dalam diskusi bersama Jaringan Katolik Melawan Covid-19 yang digelar melalui virtual, Sabtu, 13 Juni 2020.

    Pada masa new normal nanti, Jonan mengatakan banyak kebiasaan masyarakat yang harus berubah. Misalnya mesti menggunakan masker ke mana pun atau faceshield hingga sarung tangan.

    Selain itu, interaksi yang memungkinkan satu orang dan orang lain bertemu pun dibatasi. Namun, kondisi ini tidak akan membuat pelbagai kegiatan terhambat. Sebab, menurut Jonan, kecanggihan teknologi digital akan melancarkan komunikasi dan aktivitas tersebut.

    "Salah satu caranya di new normal ya bagi saya adalah dengan webinar," tutur Jonan. Webinar merupakan istilah untuk web-seminar. Jonan mengakui, selama pandemi, ia kerap mengisi berbagai acara melalui webinar.

    Jonan melanjutkan, kondisi ke depan setelah adanya pandemi tidak mungkin serta-merta bisa kembali seperti semula. Apalagi, ia memprediksi penemuan vaksin dan produksinya akan memakan waktu lama.

    Maka, dalam menghadapi pagebluk, ia memandang masyarakat tetap harus bangkit dengan mencari peluang. "Kalau semua mengeluh hal yang sama, enggak akan membuat apa-apa. Yang menangis juga, enggak akan mengubah," ucapnya.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?