Untung Mana, Investasi ORI017 atau Saham?

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Obligasi Ritel Indonesia Surat Utang ORI 016

    Obligasi Ritel Indonesia Surat Utang ORI 016

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan akan menerbitkan SBN Ritel seri ORI017 pada 15 Juni 2020.

    Instrumen surat utang negara tersebut memiliki tenor 3 tahun dan ditawarkan dengan kupon 6,4 persen per tahun. Pertanyaannya, manakah yang lebih menguntungkan investasi pada instrumen surat utang negara ORI017 atau saham?

    Pelaksana Tugas Direktur Surat Utang Negara Kementerian Keuangan Deni Ridwan tidak menyarankan masyarakat berinvestasi saham di situasi volatilitas perdagangan seperti saat ini.

    "Dalam kondisi pandemi Covid-19, kondisi pasar (saham) saat ini sedang berat. Kalau turun, turun dalam sekali. Kalau naik, naik sekali. Kalau untuk pengusaha yang sifatnya untuk berjaga-jaga itu tidak cocok karena resikonya tinggi, high risk, high return,” ujarnya melalui siaran langsung Instagram DJPPR Kemenkeu dengan dr. Tirta, Sabtu, 13 Juni 2020.

    Menurutnya, volatilitas pasar di era pandemi saat ini sangat tinggi karena motif spekulasi pelaku pasar yang pada akhrinya akan membebankan portofolio investasi masyarakat ke depannya. Apalagi, karena ekonomi saat ini dalam keadaan terbatas, bursa saham yang dalam kondisi tertekan hanya menguntungkan beberapa sektor industri seperti kesehatan, logistik dan lain-lain.

    “Kalau saham, labanya dari dividen, kadang belum tentu dividennya dalam bentuk cash. Bisa juga dividen ditahan seluruhnya. Makanya orang berinvestasi saham berharap dari capital gain berupa kenaikan dan penurunan harga saham,” katanya.

    Karenanya, dia menyarankan masyarakat untuk melakukan investasi dengan cara membeli ORI017 mengingat imbal hasilnya yang lebih tinggi dari bunga deposito dan peran nyata masyarakat untuk memulihkan kembali ekonomi pasca pandemi Covid-19 di Indonesia.

    ORI017 akan diluncurkan pada 15 Juni 2020 dan berakhir pada 9 Juli 2020 mendatang dengan minimal pemesanan Rp 1 juta dan maksimal Rp 3 miliar, berlaku kelipatan Rp 1 juta.

    Instrumen tersebut menjadi alternatif bagi investor ritel dengan profil risiko rendah karena menawarkan tingkat kupon tetap serta memberikan kepastian karena kupon dan pokok dijamin oleh Undang Undang.

    Selain itu, ORI017 juga dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Jual beli dapat dilakukan antar investor domestik atau lokal dengan mengacu kepada digit ketiga kode nomor tunggal identitas pemodal atau single investor identification (SID).

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?