3 Maskapai Kembali Layani Penerbangan di Bandara Fatmawati

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penumpang di bandara. AP/Dita Alangkara

    Ilustrasi penumpang di bandara. AP/Dita Alangkara

    TEMPO.CO, Bengkulu - Executive General Manager Kantor Cabang Bandara Fatmawati Soekarno, Sarosa mengatakan tiga maskapai yakni Garuda Indonesia, Citilink dan Lion Air kembali melayani rute penerbangan Bengkulu - Jakarta setelah sebelumnya sempat dibatasi karena pandemi Covid-19.

    "Saat ini penerbangan mulai aktif kembali," ucap Sarosa di Bengkulu, Sabtu, 13 Juni 2020.

    Ia menjelaskan, penerbangan komersial di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu mulai beroperasi normal pada pekan ini, setelah pada Mei lalu dibatasi hanya satu penerbangan dalam satu bulan.

    Pembukaan kembali penerbangan domestik ini seiring dengan kebijakan Kementerian Perhubungan yang melonggarkan larangan terbang di tengah pandemi Covid-19.

    Kendati demikian, kata dia, ada beberapa persyaratan yang harus dilengkapi penumpang sebelum melakukan penerbangan. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Nomor 7 Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 nasional yang dikeluarkan 6 Juni lalu.

    Persyaratan itu yakni menunjukkan hasil rapid tes yang berlaku selama tiga hari dan harus mengunduh aplikasi EHACC dan aplikasi Peduli Lindungi pada gawai masing-masing penumpang.

    Terkait hal tersebut, Koordinator Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Wilayah Kerja Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu Weni Dwi Kartika menjelaskan, aplikasi itu guna memudahkan pihaknya mendeteksi penumpang ditempat tujuan.

    "Jadi ada persyaratan bagi penumpang pesawat yang ingin melakukan penerbangan, syarat ini tentu untuk memastikan pengawasan dan pencegahan Covid-19," paparnya.

    Selain itu, penumpang diminta tiba di bandara tiga jam sebelum waktu keberangkatan, hal ini agar petugas memiliki banyak waktu untuk memastikan kelengkapan dokumen penumpang.

    Sebab, Angkasa Pura II saat ini menetapkan status operasi minimum dengan melakukan optimalisasi fasilitas dan jumlah personil sesuai dengan kebutuhan.

    "Pengecekan kesehatan dan kelengkapan dokumen penerbangan kita lakukan tiga jam sebelum keberangkatan," kata Weni.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.