Bos KAI Waspadai Lonjakan Penumpang KRL pada Senin Lusa

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota TNI memberikan imbauan pendisiplinan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 kepada penumpang KRL menjelang pemberlakuan aturan new normal, di Stasiun Manggarai, Jakarta, Kamis, 28 Mei 2020. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Anggota TNI memberikan imbauan pendisiplinan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 kepada penumpang KRL menjelang pemberlakuan aturan new normal, di Stasiun Manggarai, Jakarta, Kamis, 28 Mei 2020. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Jakarta - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartyanto mewaspadai lonjakan penumpang kereta rel listrik (KRL) yang diperkirakan terjadi pada Senin, 15 Juni 2020. Pada hari itu, sejumlah instansi pemerintah dan kantor-kantor swasta telah menerapkan kebijakan bekerja dari kantor atau work from office bagi karyawannya.

    "Ini adalah hari pertama beberapa instansi pemerintah dan swasta menerapkan WFO. Artinya, pada tanggal itu akan ada penambahan jumlah penumpang KRL yang signifikan," tuturnya dalam diskusi virtual bertajuk 'Membangun Pemahaman Publik tentang Tanggung Jawab KCI', Sabtu, 13 Juni 2020.

    Didiek menyebut, KAI dan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) sebagai operator KRL terus berupaya mengantisipasi adanya pelbagai persoalan yang timbul karena lonjakan trafik. Rencana pencegahan itu bercermin dari peristiwa penumpukan penumpang yang terjadi pada 8 Juni lalu.

    Namun di sisi lain, Didiek menyatakan perlu ada dukungan regulator untuk mengatur agar suplai dan demand terjaga sehingga penumpang tidak menumpuk pada satu waktu. Sebab berdasarkan data yang dihimpun, lonjakan penumpang di stasiun-stasiun keberangkatan terjadi hanya saat jam sibuk.

    Sedangkan dari sisi penumpang, Didiek mengimbau agar pengguna KRL terus mengikuti protokol kesehatan sesuai dengan yang disyaratkan pemerintah. Misalnya menggunakan masker, memakai baju lengan panjang, hingga membawa sanitizer dan mencuci tangan sebelum naik ke kereta.

    "Kami pun akan melindungi pegawai dengan APD yang lengkap," ucapnya.

    Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri memastikan pemerintah belum akan menaikkan kapasitas angkutan KRL walau sejumlah instansi telah menerapkan sistem kerja WFO. Saat ini, kapasitas maksimal yang disediakan hanya 45 persen.

    "Banyak usulan menaikkan kapasitas. Namun kami belum lakukan karena risiko. Kami sudah berkomunikasi dengan para ahli," ucapnya.

    Untuk mencegah penumpukan penumpang, dia meminta masyarakat menghindari atau menunda perjalanan saat jam pagi atau sore. Bila terpaksa harus bepergian, dia menyarankan penumpang menggunakan moda transportasi lain.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.