Kemenhub Sebut Pemasangan Sekat Pelindung Ojek Online Tidak Wajib

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengemudi Gojek mulai menggunakan sekat pelindung untuk mencegah penularan virus corona setelah ojek online diizinkan mengangkut penumpang. Alat perlindungan diri tambahan tersebut dibagikan secara gratis oleh Gojek kepada mitranya mulai Rabu, 10 Juni 2020. Foto: Istimewa

    Sejumlah pengemudi Gojek mulai menggunakan sekat pelindung untuk mencegah penularan virus corona setelah ojek online diizinkan mengangkut penumpang. Alat perlindungan diri tambahan tersebut dibagikan secara gratis oleh Gojek kepada mitranya mulai Rabu, 10 Juni 2020. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengungkapkan pemasangan sekat pelindung pada angkutan roda dua berbasis aplikasi atau ojek online tidak wajib. Musababnya, penyediaan sarana keamanan ini hanya bersifat tawaran dari pemerintah kepada aplikator.

    "Ini adalah pilihan atau kemudian kami tidak mengharuskan," tutur Budi dalam diskusi virtual bersama Media Indonesia, Jumat, 12 Juni 2020.

    Namun, Budi menyebut dalam pembicaraan dengan penyedia layanan aplikasi ojek, yakni Grab Indonesia dan Gojek, perusahaan bersedia menyiapkan sarana perlindungan tersebut bahkan saat ini telah diujicobakan. Dalam waktu dekat, dia memastikan kedua aplikator bakal memperbanyak pemasangan sekat dengan jumlah mencapai ribuan.

    Adapun rencana pemasangan sekat ini juga akan diikuti pemain baru, yakni Maxim. Selanjutnya, Budi menerangkan ada dua hal yang penting diperhatikan sebelum pihak aplikator memasang sarana perlindungan tersebut. Keduanya ialah material dan aeromodel atau bentuk sekat tersebut.

    "Kami bekerja sama dengan ITB untuk membuat prototipe penyekat untuk sepeda motor ini yang baik. Aeromedelnya disarankan bentuk U sehingga kalau pengemudi bersin atau berbicara, tidak langsung kena ke penumpangnya (droplet)," ucapnya.

    Di samping sekat pelindung untuk angkutan roda dua, Budi mengimbuhkan aplikator sudah memasang lebih dulu alat yang sama untuk taksi online. Pemasangan dilakukan untuk menghindari kontak fisik antara pengemudi dan penumpang.

    Manajemen Gojek sebelumnya mengkonfirmasi telah melakukan uji coba penggunaan sekat pelindung mulai Rabu, 10 Juni 2020. Fasilitas tersebut diberikan secara gratis kepada mitra pengemudinya.

    "Kami anggap ini sebagai standar dasar pelayanan yang baru. Jadi kami tidak memungut biaya tambahan untuk pengemudi dapat layanan, begitu pun dengan penumpang," ujar Senior Vice President Transport Marketing Gojek Monita Moerdani dalam diskusi virtual, Rabu, 10 Juni 2020.

    Monita menjelaskan pemasangan sekat pelindung merupakan komitmen Gojek dalam menekan penyebaran virus corona. Pada tahan pertama uji coba, sekat pelindung diberikan kepada ratusan pengemudi.

    Jumlah itu akan meningkat dan diharapkan dalam perjalanannya, Gojek bakal membekali semua mitra pengemudi dengan alat perlindungan diri tersebut. Adapun saat ini, perusahaan juga telah menggandeng produsen pembuat sekat.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.