Terminal Leuwipanjang dan Cicaheum Kembali Beroperasi Besok

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas dan relawan menyikat area terminal bus antar kota antar provinsi Cicaheum, Bandung, Jawa Barat, 1 Juli 2016. Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran, serta relawan kebersihan dan Linmas lingkungan sekitar bergotong royong membersihkan terminal untuk kenyamanan para pemudik. TEMPO/Prima Mulia

    Petugas dan relawan menyikat area terminal bus antar kota antar provinsi Cicaheum, Bandung, Jawa Barat, 1 Juli 2016. Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran, serta relawan kebersihan dan Linmas lingkungan sekitar bergotong royong membersihkan terminal untuk kenyamanan para pemudik. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Terminal Leuwipanjang dan Cicaheum, Bandung, Jawa Barat, dipastikan mulai beroperasi kembali besok, Sabtu, 13 Juni 2020. Operasionalisasi dua terminal tersebut sebelumnya diberhentikan selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

    "Kemarin kami sudah melakukan rapat koordinasi dengan semua instansi terkait, termasuk dengan perwakilan pengusaha bus yang ada di leuwipanjang dan Cicaheum. Intinya, kesiapan dari semua pihak untuk mengoperasikan terminal insya Allah besok (Sabtu) pagi Jam 05.00 WIB terminal Leuwipanjang dan Cicaheum resmi akan di buka operasional kembali," kata Kepala Bidang Manajemen Transportasi dan Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung Khairul Rizal di Balai Kota Bandung, Jumat, 12 Juni 2020.

    Ia menjelaskan, untuk protokol kesehatan yang harus dilakukan antara lain, menggunakan masker, melalui lorong disinfektan serta mematuhi phsycal distancing.

    Menurut Khairul, penumpang wajib pakai masker, melalui lorong disinfektan. Di dua terminal tersebut akan disiapkan hand sanitizer, thermo gun sesuai standar protokol kesehatan.

    Meskipun pembatasan 50 persen ‎penumpang sudah dihapuskan oleh Kementerian Perhubungan, kata Khairul, Kota Bandung masih akan memberlakukan aturan tersebut.

    "Secara kapasitas, memang 50 persen sudah dihapus tapi untuk Bandung di tahap awal kita baru mengizinkan maksimal 50 persen, agar physical distancingnya tetap terjaga," katanya.

    Kemudian, sistem pembelian tiket, nantinya hanya diperbolehkan dilakukan ‎di terminal saja. Sehingga ia merekomendasikan bus tidak mengangkut penumpang selain di terminal.

    "Penjualan tiketnya tidak di dalam Bis, tapi nanti di bawah ada meja atau loket yang di siapkan di bawah, jadi nanti masyarakat beli dulu di bawah baru naik bis. Di dalam Bis juga disarankan hindari tidak terjadi percakapan," kata dia.

    Kemudian, di terminal juga akan diatur batas antrean maksimal hanya lima bus di setiap lajur. Jadi ia berharap physical distancing di terminal bisa tetap terjaga guna menghindari transmisi baru Covid-19.

    "Kemarin juga disepakati penumpang tidak boleh naik di luar terminal. Jadi kami berharap penumpang naik dan turun di terminal, dan pintu masuk di terminal yang di buka hanya satu," katanya.

    Untuk mengantisipasi pelanggaran, Rizal memastikan Dinas Perhubungan Kota Bandung akan menyiagakan petugas untuk mengawasi kegiatan angkut atau turun penumpang di terminal.

    ‎"Kami akan melakukan pengawasan, kami akan perketat perusahaannya dan kami akan memberikan sanksi apabila ada perusahaan yang tidak menaati peraturan yang ada, sanksinya tidak boleh masuk operasional terminal lagi‎," katanya.

    Sementara itu, dua terminal yang akan mulai beroperasi besok hanya mengizinkan trayek menuju daerah yang sudah diizinkan beroperasi.

    "Terminal yang zona merah belum diizinkan dibuka, contoh Lebak Bulus kemarin belum dibuka, tapi kami dapat info hari ini katanya zona nya sudah kuning dan sudah dibuka. Jadi di luar zona merah boleh beroperasi," ungkapnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.