Kominfo Sebut 12.548 Desa Belum Tersentuh Sinyal Internet

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Tim Direktorat Peningkatan Sarana dan Prasarana bersama PT. PSN dan Dinas Kominfo melakukan pemasangan jaringan internet VSAT di Kawasan Ekowisata Waerebo di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Senin, 13 Agustus 2018. (dok Kemendesa)

    Tim Direktorat Peningkatan Sarana dan Prasarana bersama PT. PSN dan Dinas Kominfo melakukan pemasangan jaringan internet VSAT di Kawasan Ekowisata Waerebo di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Senin, 13 Agustus 2018. (dok Kemendesa)

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Ahmad M. Ramli mengatakan sebanyak 12.548 desa di Indonesia belum tersentuh oleh sinyal Internet hingga hari ini. Menurut dia, pemerintah sedang menggandeng operator untuk mengaliri jaringan ke desa-desa tersebut.

    "Apakah daerah yang tidak ada sinyal itu keekonomiannya baik atau tidak, buat pemerintah kami tidak peduli, yang penting kami akan bangun (jaringan) di sana," tutur Ahmad dalam diskusi bertajuk Industri Telekomunikasi Menyambut Normal Baru bersama Tempo yang dihelat melalui saluran virtual, Kamis, 11 Juni 2020.

    Ahmad menuturkan pemerintah dan operator saat ini memiliki program universal service obligation. Lewat program itu, operator akan menyisihkan sebagian pendapatannya untuk membantu pemerintah mendanai perluasan jaringan di wilayah-wilayah yang belum tersentuh Internet, termasuk daerah 3T (terdepan, terluar tertinggal).

    Namun, Ahmad mengakui pemerataan jaringan tidak mudah lantaran wilayah Indonesia sangat luas dan kondisi geografisnya pun beragam. Adapun kini, dari 82.218 desa, sudah terdapat 70.670 desa yang dijangkau oleh Internet.

    Sementara itu berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna Internet di Indonesia pada 2018 tercatat sebanyak 171,2 juta orang. Angka itu setara dengan 64,8 persen total populasi penduduk Indonesia.

    Ahmad melanjutkan, penetrasi jaringan Internet di seluruh wilayah penting lantaran saat ini sektor telekomunikasi sudah menjadi pilar utama penggerak ekonomi rakyat. Apalagi, di masa pandemi corona, hampir seluruh kegiatan bertumpu pada sistem digital.

    Menilik hal itu, Ahmad pun meminta industri telekomunikasi ke depan mengembangkan bisnisnya tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur satu jalur. "Tapi bentuk konvergensi. Karena selain perlu infrastruktur sebanyak-banyaknya, perlu juga dikaitkan antara konten, aplikasi, dan platform untuk mendorong ekonomi digital," katanya.


    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Tutup Sementara PTM 100 Persen di Sekolah yang Terpapar Covid-19

    Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah sekolah yang menggelar PTM 100 persen karena terpapar Covid-19. Namun sejumlah sekolah sudah kembali berkegiatan.