Wishnutama Minta Sektor Wisata dan Ekonomi Kreatif Remodelling

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama (tengah) bersama Wali Kota Bogor Bima Arya (ketiga kiri) menghadiri pawai budaya Bogor Street Festival Cap Go Meh 2020 di jalan Suryakencana, Bogor, Sabtu, 8 Maret 2020. Hasil itu diketahui lewat tes swab yang dilakukan pada Selasa, 17 Maret 2020, atau sehari setelah Bima Arya baru pulang dari kunjungan kerja ke Turki dan Azerbaijan. ANTARA/Arif Firmansyah

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama (tengah) bersama Wali Kota Bogor Bima Arya (ketiga kiri) menghadiri pawai budaya Bogor Street Festival Cap Go Meh 2020 di jalan Suryakencana, Bogor, Sabtu, 8 Maret 2020. Hasil itu diketahui lewat tes swab yang dilakukan pada Selasa, 17 Maret 2020, atau sehari setelah Bima Arya baru pulang dari kunjungan kerja ke Turki dan Azerbaijan. ANTARA/Arif Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio meminta industri yang bergerak di sektor wisata dan ekonomi kreatif melakukan remodelling alias penyesuaian bisnis, agar mampu bertahan di masa pandemi dan setelahnya. Menurut dia, remodelling tersebut mesti berfokus pada aspek kebersihan, kesehatan, dan keamanan.

    Namun, ia mengakui upaya ini membutuhkan protokol dari pemerintah, utamanya dalam menghadapi masa normal baru atau new normal. "Kami telah menyiapkan protokol dan saat ini sedang dilakukan harmonisasi dari semua kementerian yang tangani bidang-bidang tertentu untuk nantinya diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan," kata Wishnutama, Jumat, 12 Juni 2020.

    Seandainya Kementerian Kesehatan telah menerbitkan aturan tersebut, Wishnutama memastikan Kementeriannya akan segera mengeluarkan beleid-beleid turunannya. Ia berharap aturan turunan ini akan menjadi acuan dalam pembuatan panduan berbentuk video maupun buku.

    Adapun protokol new normal perlu diatur agar tidak terjadi tumpang-tindih, baik bagi regulator maupun pelaku wisata. "Pesan Presiden, protokol ini harus dilaksanakan dengan baik, tidak tergesa-gesa, sehingga nanti pada saatnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dibuka bisa produktif dan tetap aman dari Covid-19," kata Wishnutama.

    Wishnutama memprediksi destinasi yang akan cepat pulih nantinya adalah tempat-tempat yang siap dengan protokol kesehatan tersebut. Meski demikian, ia meminta seluruh stakeholder pariwisata dan ekonomi kreatif optimistis bahwa ke depan sektor ini akan mampu bangkit.

    Ketua Pusat Unggulan Pariwisata Universitas Udayana Anak Agung Suryawan Wiranatha mengatakan industri wisata sudah saatnya menyambut kenormalan baru. Namun, pelaku wisata harus dibekali dengan persiapan tertentu. "Harus disertai protokol kesehatan yang baik dan yang penting adalah pengembangan SDM termasuk pengawasan yang baik di lapangan dalam implementasinya," katanya.

    Ia mengimbuhkan, industri pariwisata di Bali yang menjadi tulang punggung perekonomian menantikan pengesahan protokol di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif oleh Kementerian Kesehatan. Bila protokol cepat dirilis, stakeholders dapat segera melakukan sosialisasi, simulasi, hingga penerapan dan evaluasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.