Selasa, 22 September 2020

Tagihan Listrik Tukang Las Rp 20 Juta, PLN: Alat Pelanggan Rusak

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PLN berhasil menuntaskan pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kiloVolt (kV) yang dijadikan backbone kelistrikan di Sumatera (sumber: PLN)

    PLN berhasil menuntaskan pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kiloVolt (kV) yang dijadikan backbone kelistrikan di Sumatera (sumber: PLN)

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril menjelaskan ihwal lonjakan tagihan listrik yang dialami Teguh Wuryanto, pengusaha bengkel las di Malang, Jawa Timur.

    Melalui media sosial, Teguh sempat mengeluhkan tagihan yang melonjak menembus Rp 20 juta pada Mei 2020. Padahal, ia merasa sebelumnya tidak pernah mendapat tagihan lebih dari Rp 2.500.000 per bulan.

    Atas persoalan tersebut, Bob mengatakan kasus lonjakan tagihan yang dialami teguh terjadi akibat adanya kerusakan alat milik pengusaha las tersebut. Alat yang dimaksud adalah kapasitor untuk mengompensasi penggunaan listrik dari alat las.

    "Dia punya kapasitor untuk mengkompensasi, supaya bisa Kph. Berdasarkan tarif pemerintah tadi, untuk industri ada Kph itu bukan tarif, itu selisih yg ditetapkan yang harus dibayar kompensasinya. PLN menanggung beban, itu ada harganya. Nah, pada saat itu alat kompensasinya rusak," ujar dia dalam konferensi video, Kamis, 11 Juni 2020.

    Bob mengatakan Teguh tidak menyadari adanya kerusakan pada alat kapasitor tersebut. Akibatnya, tagihan pun melonjak. "Sebelumnya bayar Rp 2 juta normal karena alatnya masih bagus, tapi sekarang alatnya rusak di pelanggan."

    Ia pun menganalogikan kasus tersebut dengan tangki sepeda motor bocor. Ia mengatakan operator pom bensin tidak bisa disalahkan atas borosnya penggunaan bahan bakar akibat kebocoran pada tangki bensin. Hal yang sama juga berlaku pada kasus ini.

    Dengan demikian, Bob mengatakan Teguh harus membayar lunas tagihannya. Meskipun, ada keringanan berupa pembayaran bisa dicicil. "Jadi ini sudah diklarifikasi, pemilik juga sudah klarifikasi, walaupun begitu tetap kami beri solusi dan harus dibayar," tutur dia. "Karena kehidupan ini harus jalan terus dan PLN harus tetap melayani."

    Ihwal adanya keluhan sejumlah pelanggan mengenai lonjakan tagihan listrik dalam pada bulan Juni 2020, Bob mengatakan besaran tagihan listrik hanya ditentukan tarif dan volume pemakaian. Ia memastikan tarif listrik tidak pernah naik sejak Januari 2017. Sehingga, ia menegaskan kenaikan listrik pasti disebabkan oleh volume pemakaian yang membesar.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.