Mulai Besok, Penumpang Kereta Jarak Jauh Wajib Pakai Face Shield

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Stasiun Manggarai menggunakan pelindung wajah (face shield) di Stasiun Manggarai, Kamis, 4 Juni 2020. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memutuskan untuk memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan juga menetapkan bulan Juni ini sebagai masa transisi. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Petugas Stasiun Manggarai menggunakan pelindung wajah (face shield) di Stasiun Manggarai, Kamis, 4 Juni 2020. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memutuskan untuk memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan juga menetapkan bulan Juni ini sebagai masa transisi. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan mulai melayani angkutan reguler pada 12 Juni 2020. Namun, sejumlah prasyarat ketat diwajibkan untuk seluruh penumpang, terutama untuk kereta api jarak jauh.

    Khusus bagi penumpang dengan usia di atas 50 tahun, petugas pun akan mengatur tempat duduknya saat dalam perjalanan sehingga tidak bersebelahan dengan penumpang lain. Selanjutnya, untuk perjalanan jarak jauh, penumpang diharuskan mengenakan face shield yang disediakan oleh PT KAI selama dalam perjalanan hingga meninggalkan area stasiun tujuan.

    “Kami mengoperasikan kembali perjalanan KA reguler sebagai komitmen KAI untuk melayani masyarakat yang ingin bepergian keluar kota menggunakan kereta api,” kata Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo, Rabu, 10 Juni 2020.

    Pada tahap awal, PT KAI hanya menjual tiket 70 persen dari kapasitas tempat duduk yang tersedia di kereta. Tujuannya untuk menjaga jarak antar-penumpang selama dalam perjalanan.

    Setelah meniadakan kereta api luar biasa dan mengaktifkan kembali KA reguler, PT KAI menyiapkan 14 kereta api jarak jauh dan 23 kereta api lokal. Dengan begitu, KAI akan mengoperasikan total 21 persen dari jumlah perjalanan kereta reguler.

    Didiek menegaskan, pengoperasian kembali KA Reguler ini tetap diikuti dengan protokol kesehatan sesuai standar pencegahan Covid-19 yang ketat.  Calon penumpang Kereta jarak jauh tetap diharuskan melengkapi persyaratan sesuai Surat Edaran Gugus Tugas Covid-19 No 7 Tahun 2020. Berkas-berkas tersebut harus ditunjukkan kepada petugas pada saat melakukan boarding. Adapun ketentuannya adalah sebagai berikut.

    - Menunjukkan surat keterangan uji tes PCR dengan hasil negatif yang berlaku 7 hari atau surat keterangan uji rapid test dengan hasil non-reaktif yang berlaku 3 hari pada saat keberangkatan.
    - Menunjukkan surat keterangan bebas gejala seperti influenza (influenza-like illness) yang dikeluarkan oleh dokter rumah sakit/puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas test PCR atau rapid test.
    - Mengunduh dan mengaktifkan aplikasi Peduli Lindungi pada perangkat seluler.
    - Khusus bagi calon penumpang yang akan bepergian dari dan menuju Provinsi DKI Jakarta, diharuskan memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) DKI Jakarta.
    - Setiap penumpang KA jarak jauh maupun lokal diharuskan dalam kondisi sehat, suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat Celsius, wajib menggunakan masker, dan menggunakan pakaian lengan panjang atau jaket.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.