AS-Eropa Memanas Pasca Perundingan Subsidi Pesawat Gagal

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barisan pesawat Boeing 787 tengah dirakit dan diproduksi di fasilitas pabrik Boeing Co di Everett, Washington. Pesawat ini merupakan salah satu produk terbaik yang dihasilkan pabrikan pesawat asal Amerika, dan tercanggih dikelasnya, 1 Juni 2015.  David Ryder/Getty Images

    Barisan pesawat Boeing 787 tengah dirakit dan diproduksi di fasilitas pabrik Boeing Co di Everett, Washington. Pesawat ini merupakan salah satu produk terbaik yang dihasilkan pabrikan pesawat asal Amerika, dan tercanggih dikelasnya, 1 Juni 2015. David Ryder/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Upaya Uni Eropa untuk meredakan ketegangan perdagangan transatlantik terhenti. Musababnya, Washington telah mundur dari perundingan mengenai subsidi pesawat.

    Kepala Perdagangan Uni Eropa Phil Hogan mengatakan perundingan tersebut kemungkinan dapat tertunda hingga usai Pemilihan Presiden AS pada November mendatang. Adapun kegagalan untuk mencapai kesepakatan dapat membuka jalan bagi Eropa untuk mengenakan tarif pada miliaran dolar barang-barang AS mulai Juli mendatang.

    "Kami harus mengakui bahwa AS sekarang dalam fase pra-pemilihan. Perhatian politik di Washington karenanya lebih pada tantangan langsung dalam politik domestik AS," kata Hogan, seperti dikutip Bisnis, Rabu 10 Juni 2020.

    Sebelumnya, Uni Eropa berniat menyudahi tensi dagang yang mulai memanas, yang ditandai dengan rencana AS untuk mengenakan tarif tinggi untuk Eropa. Kekhawatiran utama Eropa adalah ancaman AS pengenaan tarif pada produk mobil dan suku cadang berdasarkan alasan keamanan nasional.

    Presiden AS Donald Trump menghidupkan kembali kemungkinan itu pada 5 Juni lalu, dan menuntut UE untuk menurunkan tarif 8 persen pada impor lobster AS dengan segera.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.