Komisi IV DPR Kritik Pemangkasan Anggaran Kementerian Pertanian

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengembangkan kegiatan Pertanian Keluarga, Pekarangan Pangan Lestari (PPL) dan Lumbung Pangan Masyarakat,

    Pengembangkan kegiatan Pertanian Keluarga, Pekarangan Pangan Lestari (PPL) dan Lumbung Pangan Masyarakat,

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sudin mengkritik adanya pemangkasan anggaran untuk sejumlah pos di Kementerian Pertanian. Menurut Sudin, pertanian merupakan sektor yang harus diprioritaskan karena menjadi salah satu sumber pendapatan nasional.

    "Pertanian berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja dan berperan sebagai penghasil devisa negara. Perlu kita ingat juga, hanya sektor pertanian yang mampu bertahan saat terjadi krisis tahun 1998 dan 2008 lalu," ucap Sudin dalam keterangan tertulis, Rabu, 10 Juni 2020.

    APBN Kementerian Pertanian telah dipangkas sekitar Rp 7 triliun untuk penanganan Covid-19. Saat ini, anggaran Kementerian tercatat menjadi Rp 14 triliun dari sebelumnya Rp 21 triliun.

    Sudin menjelaskan pemotongan anggaran sektor pertanian tidak tepat lantaran kebijakan ini dilakukan pada saat kebutuhan masyarakat terhadap pangan meningkat dan target produksi naik, seperti gabah kering giling (GBK) yang menjadi 59 juta ton dan beras yang menjadi 54 juta. Sudin menyebut, pemerintah mestinya mendukung ketahanan pangan masyarakat dan meningkatkan nasib petani melalui sejumlah program pertanian.

    Alih-alih memangkas anggaran, Sudin menyatakan semestinya pemerintah malah menambah dukungan. "Seyogyanya (anggaran) tidak perlu dikurangi atau dipotong bahkan seharusnya ditambah," ucapnya.

    Namun, Sudin menekankan perlunya ada pengawasan kebijakan, program, dan anggran yang lebih ketat terutama terkait kebijakan crash program dalam mengatasi Covid - 19. Terkait pemangkasan anggaran, Sudin pun meminta Kementerian untuk mengefisienkan dana dengan menekan biaya dukungan manajemen dan operasional, sepetti untuk rapat.

    Di samping itu, dia juga menyarankan Kementerian segera menitikberatkan kegiatan pada peningkatan produksi pangan. Misalnya, meningkatkan volume sarana dan prasarana produksi pertanian.

    Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sebelumnya menyatakan telah menjalankan tiga strategi selama menghadapi Covid 19. Ketiganya adalah SOS (Emergency), program jangka menengah, dan program jangka panjang.

    "Sudah kami jalankan mulai dari stabilisasi harga pangan, membangun buffer stock pangan utama di daerah, hingga pemberian stimulus pertanian bagi mereka yang terdampak Covid - 19," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.