Airlangga Hartarto Sebut RI Siap Ekspor APD

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan wartawan terkait peluncuran situs resmi Kartu Prakerja di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat 20 Maret 2020. Pemerintah resmi meluncurkan situs Kartu Prakerja yang diharapkan dapat membantu tenaga kerja yang terdampak COVID-19 untuk meningkatkan keterampilan melalu berbagai jenis pelatihan secara daring yang dapat dipilih sesuai minat masing-masing pekerja. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan wartawan terkait peluncuran situs resmi Kartu Prakerja di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat 20 Maret 2020. Pemerintah resmi meluncurkan situs Kartu Prakerja yang diharapkan dapat membantu tenaga kerja yang terdampak COVID-19 untuk meningkatkan keterampilan melalu berbagai jenis pelatihan secara daring yang dapat dipilih sesuai minat masing-masing pekerja. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Airlangga Hartanto mengatakan Indonesia siap mengekspor alat pelindung diri (APD) ke berbagai negara untuk menangani wabah virus Corona (Covid-19).

    Dia mengungkapkan kebutuhan APD di Indonesia saat ini mencapai 4 juta Unit. Jumlah tersebut sudah dapat dipenuhi dari kapasitas produksi perusahaan APD yang ada di dalam negeri. "Saat ini, industri kita bisa produksi 7 juta unit, sementara kapasitas normal 17 juta unit per tahun. Kita bisa ekspor ventilator dan peralatan lain," katanya saat diskusi virtual dengan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) dengan tema 'Menavigasi New Normal', Selasa, 9 Juni 2020.

    Beberapa APD yang diperlukan oleh dunia untuk mengatasi pandemi Covid-19, antara lain masker, jubah pelindung, sabun cuci tangan atau hand sanitizer, dan ventilator bagi pasien yang terinfeksi virus Corona.

    Terkait protokol normal baru (new normal), Airlanggga mengatakan pemerintah akan melaksanakan sosialisasi besar-besaran kepada masyarakat sampai vaksin Covid-19 ditemukan.

    Sosialisasi tersebut mencakup budaya cuci tangan, menjaga jarak (social-physical distancing), dan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.

    "New normal merupakan tahapan sebelum vaksin ditemukan. Rumusnya jaga jarak, cuci tangan, dan pakai masker," ungkap Airlangga.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.