Wijaya Karya Bagikan Dividen Rp 457 Miliar

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pewartafoto tengah mengambil gambar usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT. Wijaya Karya (WIKA) di Kantor Pusat Wijaya Karya, Jakarta, 17 Maret 2017. RUPS tersebut menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 303,55 miliar atau sebesar 30% dari laba bersih Perseroan tahun buku 2016. Tempo/Tony Hartawan

    Pewartafoto tengah mengambil gambar usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT. Wijaya Karya (WIKA) di Kantor Pusat Wijaya Karya, Jakarta, 17 Maret 2017. RUPS tersebut menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 303,55 miliar atau sebesar 30% dari laba bersih Perseroan tahun buku 2016. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2019 di Jakarta, Senin, 8 Juni 2020. Salah satu mata acara dalam rapat tersebut adalah penetapan penggunaan laba bersih tahun buku 2019.

    RUPST menetapkan sebanyak 20 persen dari total laba yang dapat didistribusikan ke pemilik entitas induk, yaitu sebesar Rp 457 miliar sebagai dividen atau sebesar Rp 50,96 per lembar saham. "Sementara itu, 80 persen dari laba bersih ditetapkan sebagai cadangan lainnya," termaktub dalam keterangan resmi perseroan, Senin, 8 Juni 2020.

    Adapun agenda rapat lainnya adalah menyetujui usulan perubahan kepengurusan perseroan. Rapat menyetujui adanya perombakan pada susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan.

    Berdasarkan siaran pers tersebut, rapat menunjuk Agung Budi Waskito untuk menempati posisi Direktur Utama Wika menggantikan Tumiyana. Sebelumnya, Agung menjabat sebagai direktur di perseroan.

    Selain Tumiyana, Danu Prijambodo dan Bambang Pramujo yang sebelumnya menjabat direktur juga diganti. Nama-nama yang masuk di jajaran direksi antara lain Rudy Hartono, Mursyid, Hananto Aji, Harum Akhmad Zuhdi, dan Sugeng Rochadi.

    Selain merombak jajaran dewan direksi, perseroan merombak jajaran dewan komisaris, antara lain posisi Komisaris Utama yang kini ditempati Jarot Widyoko menggantikan Imam Santoso. Sejumlah nama anyar juga menempati posisi komisaris, antara lain Firdaus Ali, Satya Bhakti Parikesit, Adityawarman dan Harris Arthur Hedar.

    Kepengurusan baru ini diharapkan semakin memperkuat posisi WIKA terutama untuk memastikan keberlangsungan bisnisnya di tengah tantangan penyebaran Covid-19. Hingga April 2020, WIKA telah mencatatkan kontrak baru sebesar Rp2,83 Triliun yang mana sebagian besarnya disumbangkan oleh sektor Industri dan disusul dengan Infrastruktur & Building, Property, dan didukung pula oleh sektor Energy dan Industrial Plant.

    Sementara itu, dari segi ownership, mayoritas dari kontrak baru tersebut berasal dari swasta, disusul dengan pemerintah dan sebagiannya lagi merupakan buah dari sinergi BUMN. "Dengan kontrak baru tersebut, WIKA kini telah memiliki kontrak dihadapi sebesar Rp 80,68 Triliun. Ini menjadi tanggung jawab kita untuk bisa menjawab kepercayaan yang diberikan oleh publik dengan strategi yang tepat,” kata Sekretaris Perusahaan Mahendra Vijaya.

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?