Kendati Pandemi, Proyek Infrastruktur di Surabaya Jalan Terus

Reporter:
Editor:

Setri Yasra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Underpass Mayjend Sungkono menjadi salah satu penambahan infrastruktur untuk memperlancar arus logistik.

    Underpass Mayjend Sungkono menjadi salah satu penambahan infrastruktur untuk memperlancar arus logistik.

    TEMPO.CO, Jakarta -Pemerintah Kota Surabaya memastikan sejumlah proyek pembangunan infrastruktur tetap berjalan meski masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

    Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Surabaya Erna Purnawati mengatakan bahwa salah satu proyek infrastruktur yang masih terus dikebut itu seperti akses jalan masuk menuju stadion Gelora Bung Tomo melalui akses jalan lingkar luar barat (JLLB). "Termasuk proses renovasi GBT (Gelora Bung Karno) sendiri tetap berjalan untuk kebutuhan penyelenggaraan Piala Dunia U-20 tahun 2021," katanya, Minggu, 7 Juni 2020.

    Meski terus digarap, Erna memastikan bahwa para pekerja proyek itu tetap mengikuti protokol kesehatan, termasuk salah satunya menggunakan masker. “Jadi, mereka ini terus bekerja meskipun Covid-19 ini, terus kami kebut. Bahkan, minggu-minggu pun mereka terus kerja, itu buktinya banyak truk yang antar hasil pengerukan,” katanya.

    Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan bahwa pihaknya harus terus memastikan protokol kesehatan para pekerja proyek di Surabaya. Bahkan, setiap melakukan peninjauan, dia berkali-kali berhenti untuk memberi masker kepada warga dan pekerja.

    Risma menjelaskan bahwa pengerjaan proyek akses jalan menuju GBT itu ditargetkan bisa rampung tahun ini mengingat rencana penyelenggaraan Piala Dunia U-20 dilaksanakan pada 2021. Hanya saja, hingga kini belum ada kabar dari pihak penyelenggaraan Piala Dunia. “Untuk akses jalan menuju GBT ini ROW (right of way)-nya dibuat 15 meter. Kami  kerjakan dulu 15 meter, tapi kalau masih kurang lebar, nanti kita bisa lebarkan lagi,” katanya.

    Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melonggarkan berbagai proyek infrastruktur dan kegiatan kerja Tahun Anggaran 2020 untuk mendukung pembiayaan mitigasi pandemi Covid-19. Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian PUPR, Endra Saleh Atmawidjaja, mengatakan hasil penghematan lembaganya mencapai Rp 44,5 triliun, dari pagu awal 2020 sebesar Rp 120,2 triliun. “Realokasi itu masih untuk asumsi penanganan Covid-19 selama tiga bulan. Kami  berhemat dari proyek yang kontraknya bisa diperpanjang atau ditunda ke tahun depan,” katanya.

     Pada tahap awal perubahan postur anggaran, kata Endra, besaran realokasi hanya sekitar Rp 24,5 triliun dari pagu 2020. Namun, berbasis keputusan Sidang Kabinet Paripurna pada 14 April 2020, serta Surat Menteri Keuangan No.S-302/MK.02/2020 yang terbit sehari setelahnya, kementerian akhirnya merelokasi Rp 44,58 triliun. Jumlah itu pun didasari pemetaan internal Kementerian PUPR terhadap rencana kegiatan tahun ini.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.