New Normal, Pelni Pastikan Ikuti Protokol saat Beroperasi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekitar 500 orang mengikuti salat Idul Fitri di atas kapal KM Ciremai, milik PT Pelni, di rute laut Surabaya-Makassar pada Rabu, 5 Juni 2019 pagi. Jamaah meluber hingga di luar mushola kapal. TEMPO/Dwi Arjanto.

    Sekitar 500 orang mengikuti salat Idul Fitri di atas kapal KM Ciremai, milik PT Pelni, di rute laut Surabaya-Makassar pada Rabu, 5 Juni 2019 pagi. Jamaah meluber hingga di luar mushola kapal. TEMPO/Dwi Arjanto.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) memastikan akan patuh dalam menerapkan skenario new normal pada kegiatan operasional dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19. Hal ini dilakukan dalam rangka mengantisipasi kemungkinan dibukanya kembali kegiatan transportasi laut pada pekan depan.

     

    Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT PELNI (Persero), Yahya Kuncoro menyampaikan bahwa Perusahaan sudah memiliki skenario dan siap untuk diterapkan diatas kapal, seperti protokol terhadap kesehatan para kru, proses embarkasi dan debarkasi, layanan makan dan minum di atas kapal, serta protokol terhadap beberapa penggunaan fasilitas di atas kapal.

     

    "Berkenaan dengan protokol kesehatan, kami akan lakukan rapid test kepada abk maupun mitra yang akan bertugas di atas kapal untuk memastikan kondisi kesehatannya layak untuk bertugas. Faktor kesehatan, kenyamanan, dan keamanan dalam pelayaran adalah prioritas utama kami," kata Yahya dalam keterangan tertulis, Ahad, 7 Juni 2020.

     

    Yahya menambahkan bahwa selain menjaga kebersihan serta menerapkan physical dan social distancing, Manajemen juga telah menyusun strategi guna melindungi seluruh kru kapal dan penumpang. Strategi itu mulai dari pembatasan penumpang maksimal 50 persen dari kapasitas, penggunaan alat pelindung diri secara lengkap bagi kru kapal, hingga membatasi interaksi atau pertemuan fisik dengan penumpang.

     

    "Dengan adanya kelengkapan tersebut diharapkan dapat semakin menimbulkan rasa aman dan nyaman baik kepada kru yang bertugas maupun penumpang yang berlayar besama kami," ujar Yahya.

     

    Sementara itu, sejak Mei 2020, beberapa kapal juga mulai membuka penjualan tiketnya untuk penumpang menuju pelabuhan yang membuka aksesnya. Adapun penumpang yang diangkut sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah berdasarkan persyaratan pada Surat Edaran Gugus Tugas Covid-19 maupun Surat Edaran Dirjen Hubla Kementerian Perhubungan RI.

     

    Masyarakat yang boleh membeli tiket antara lain karyawan atau pegawai yang melaksanakan perjalanan dinas, pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat atau perjalanan penumpang yang anggota keluarga intinya sakit keras atau meninggal, serta repatriasi Pekerja Migran Indonesia.

     

    Kapal-kapal yang beroperasi sejak Mei 2020 antara lain KM Egon, KM Ciremai, KM Dobonsolo, KM Sinabung, KM Gunung Dempo, KM Nggapulu, KM Tatamailau, dan KM Kelud, dengan jumlah penumpang tercatat sekitar 834 penumpang. Sedangkan per Juni 2020, kapal yang direncanakan beroperasi adalah KM Ciremai, KM Dobonsolo, KM Gunung Dempo, KM Kelud, KM Egon, dan KM Sinabung.

     

    "Untuk penjualan tiket, kami lakukan melalui loket yang berada di kantor cabang. Hal tersebut untuk memastikan bahwa penumpang yang akan pergi telah memiliki dokumen yang dibutuhkan dan sesuai dengan persyaratan yang ada," ungkap Yahya.

     

    Dokumen yang diperlukan untuk melakukan perjalanan bersama kapal PELNI antara lain menunjukan surat hasil rapid test ataupun swab yang menunjukan hasil negatif Covid-19, KTP, dan memiliki surat keterangan atau surat tugas.

     

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.