Pandemi, Tanjung Priok dan 50 Pelabuhan Dunia Jalin Kolaborasi

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Pesiar MV Westerdam tiba di Pelabuhan JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa 2 Juni 2020. Sebanyak 679 orang WNI ABK MV Westerdam tersebut akan menjalani serangkaian tes kesehatan sesuai protokol pencegahan COVID-19 seperti tes swab (PCR) sebelum menjalani isolasi mandiri di hotel. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Pesiar MV Westerdam tiba di Pelabuhan JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa 2 Juni 2020. Sebanyak 679 orang WNI ABK MV Westerdam tersebut akan menjalani serangkaian tes kesehatan sesuai protokol pencegahan COVID-19 seperti tes swab (PCR) sebelum menjalani isolasi mandiri di hotel. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelabuhan Utama Tanjung Priok bersama lebih dari 50 otoritas pelabuhan dunia yang tergabung dalam Port Authority Roundtable berkolaborasi dan berbagi praktik terbaik untuk tetap dapat melayani di masa pandemi Covid-19.

    Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok Jece Julita Piris mengungkapkan bahwa Sekretaris Jenderal International Maritime Organization (IMO) telah menerbitkan surat edaran yang menekankan pentingnya menjaga agar alur perdagangan melalui laut di tengah pandemi Covid-19. Meski demikian, keselamatan kehidupan di laut serta perlindungan lingkungan maritim juga harus menjadi prioritas utama.

    "Salah satu tujuan IMO, sebagaimana dinyatakan dalam Konvensi, adalah untuk memastikan ketersediaan layanan pengiriman ke perdagangan dunia untuk kepentingan kemanusiaan," kata Jece dalam siaran pers, Minggu 7 Juni 2020.

    Sesuai kebijakan IMO, mengalahkan virus harus menjadi prioritas utama semua operator pelabuhan. Namun, perdagangan global juga harus tetap dilaksanakan dengan cara yang aman, selamat, dan berwawasan lingkungan.

    Melalui Surat Edaran tersebut, IMO juga mendorong Negara-negara Anggota dan organisasi internasional untuk mengambil inisiatif serupa di tingkat nasional dan regional, dan menyebarkan informasi ini ke semua pihak yang berkepentingan.

    Lebih lanjut, Jece mengungkapkan isi deklarasi tersebut, anggota dari Port Authority Roundtable (PAR) mengakui, pandemi Covid-19 merupakan krisis global serius yang memiliki dampak luas pada perdagangan global. "Lebih dari 80 persen barang di dunia diangkut melalui jalur laut, oleh karena itu kami menyadari bahwa sektor Pelabuhan dan Maritim memainkan peranan penting dalam menjaga arus perdagangan tetap terbuka dalam perjuangan global kami melawan Covid-19,” ujarnya.

    Otoritas-Otoritas Pelabuhan di dunia, kata Jece, juga berkomitmen untuk terus mengadopsi praktik terbaik sesuai dengan keadaan nasional masing-masing. Termasuk di sini adalah pencegahan untuk komunitas pelayaran, panduan dan asistensi bagi personel dan awak kapal, serta penanganan kargo yang aman dan langkah-langkah yang diambil dalam menangani kasus Covid-19.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dirjen Hubjat: 3 Poin Utama Pedoman Teknis Keselamatan Pesepeda

    Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub menyebutkan tiga pokok utama pedoman teknis keselamatan pesepeda. Ada tiga poin yang perlu diperhatikan.