Ahok: Juni Sangat Istimewa, Bulan Lahirnya Sukarno

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meluncurkan buku

    Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meluncurkan buku "Panggil Saya BTP: Perjalanan Psikologi Ahok Selama di Mako Brimob" di Ruang dan Tempo, Jakarta, 17 Februari 2020. TEMPO/Charisma Adristy

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengunggah foto Presiden Sukarno, pada akun instagramnya. Ahok mengunggah foto tersebut tepat di hari kelahiran sang proklamator yang jatuh pada hari ini, 6 Juni 2020.

    Bagi Ahok, bulan Juni adalah bulan yang istimewa. Sebab, selain menjadi hari lahirnya Pancasila pada 1 Juni, "Juga merupakan bulan lahirnya proklamator," tulis Ahok.

    Jika merujuk pada situasi saat ini, Ahok pun mengatakan bahwa sudah seharusnya Pancasila digunakan sebagai pedoman bagi masyarakat untuk bergotong royong. "Bersama saling menguatkan di situasi saat ini," kata dia.

    "Bung Karno dan Pancasila sudah mengajarkan kepada kita semua," tulis politikus PDI Perjuangan ini. Unggahan foto Sukarno dari Ahok ini pun disukai oleh 25.459 akun instragram.

    Sementara itu, rekan Ahok, Ketua Dewan Pengurus Pusat PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat, sejak Mei 2020, menyebut tradisi doa bersama di makam Sukarno akan tetap dilakukan di tengah pandemi Covid-19.

    Tradisi itu rutin dilakukan ketika masuk ke bulan Bung Karno yang jatuh pada Juni. Sebab, Juni merupakan kelahiran Pancasila, serta wafatnya Sukarno.

    "Kami sudah berkoordinasi dengan teman-teman di Blitar, akan tetap diadakan tetapi dengan protokol Covid-19 dengan tidak melibatkan banyak orang," ujar Djarot dalam konferensi pers daring pada Rabu, 27 Mei 2020.

    Djarot menjelaskan, nantinya akan ada tiga rangkaian acara doa bersama. Pada 1 Juni, masyarakat yang terlibat akan membawa simbol tentang Pancasila dan membawa gulungan sebanyak lima buah ke makam Sukarno.

    Lalu pada 6 Juni, akan ada acara tumpengan dan doa bersama oleh masyarakat setempat di Blitar. "Biasanya masyarakat berziarah ke sana dalam rangka ulang tahun Bung Karno," kata Djarot.

    Adapun 20 Juni atau tanggal saat Sukarno wafat, masyarakat akan kembali berkumpul dan menggelar doa bersama. "Tiga acara itu saya pikir tetap berlangsung dengan kemasan baru, baik secara fisik maupun virtual," ucap Djarot.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    30 Kursi Pejabat BUMN dan Pemerintah Diisi Perwira Polisi

    Sebagian dar 30 perwira polisi menduduki jabatan penting di lembaga pemerintah. Sebagian lainnya duduk di kursi badan usaha milik negara alias BUMN.