OJK Cabut Izin Usaha BPRS Gotong Royong Subang

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo OJK. wikipedia.org

    Logo OJK. wikipedia.org

    TEMPO.CO, Bandung - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 2 Jawa Barat, Triana Gunawan, mengatakan, OJK mencabut izin usaha PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Gotong Royong yang beralamat di Jalan Otto Iskandardinata, Karanganyar, Kabupaten Subang, Jawa Barat. “Sejak tanggal 5 Juni ini, pengelolaan BPRS ini sudah dicabut izin usahanya, dan kita serahkan ke LPS (Lembaga Penjamin Simpanan),” kata dia, Jumat, 5 Juni 2020.

    Pencabutan izin usaha tersebut dituangkan dalam Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-65/D.03/2020 tanggal 5 Juni 2020 tentang pencabutan izin usaha BPRS Gotong Royong Subang. “Memang ini dari beberapa waktu lalu digolongkan sebagai BPRS yang dalam pengawasan khusus,” kata Triana.

    BPRS Gotong Royong Subang tersebut telah menyandang status Bank Dalam Pengawasan Khusus sejak 15 Juli 2019. Penyebabnya bank tersebut tidak bisa memenuhi kewajiban penyediaan modal minimum 4 persen serta tingkat kesehatannya dinilai tidak sehat. Kondisi keuangan bank memburuk disebabkan penyaluran pembiayaan yang tidak memperhatikan prinsip kehati0hatian.

    “Memang sudah dilakukan beberapa hal, termasuk juga mengundang investor. Namun karena ada hal terkait dengan prosedural internal yang tidak bisa diselesaikan di BPRS sendiri, termasuk pemegang sahamnya, setelah kita beri kesempatan untuk diselesaikan, disehatkan,” kata Triana.

    Triana mengatakan, kondisi BPRS Gotong Royong makin memburuk. “Sampai dengan saat ini, BPRS ini tidak bisa memenuhi pembentukan modal, yang paling tidak 12 persen, dan kemudian juga ini semakin memburuk kondisinya, tidak bisa diselesaikan oleh pemegang saham. Maka tanggal 5 Juli 2020 ini, kita lakukan pencabutan izin usahanya,” kata dia.

    OJK mencatat, dana nasabah di BPRS Gotong Royong menembus Rp 5,92 miliar. “Tercatat sementara di kita, tentu ini akan diteliti lagi oleh LPS, tercatat posisi tanggal 5 Juni 2020 terdapat 1.768 rekening tabungan dengan nominal Rp 1,52 miliar. Dan ada 26 rekening deposito dengan nominal sebesar Rp 4,4 miliar,” kata Triana.

    Triana meminta nasabah yang menyimpan dana di BPRS Gotong Royong Subang agar tidak khawatir karena simpanannya tersebut dijamin LPS. “Nasabah tidak perlu khawatir karena bank ini, simpanannya, dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). LPS akan menjalankan fungsinya untuk kemudian menjalankan fungsi sebagai penjamin,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    30 Kursi Pejabat BUMN dan Pemerintah Diisi Perwira Polisi

    Sebagian dar 30 perwira polisi menduduki jabatan penting di lembaga pemerintah. Sebagian lainnya duduk di kursi badan usaha milik negara alias BUMN.