Luhut Minta Freeport Bangun Smelter di Weda Bay, Ini Sebabnya

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan akan meminta PT Freeport Indonesia membuat smelter di kawasan industri Weda Bay, Maluku Utara. Menurut Luhut, dengan adanya smelter, kawasan industri tersebut akan terintegrasi sehingga dapat meningkatkan nilai tambah produksi.

    "Jadi kita dapat asam sulfatnya untuk lithium baterai. Kita sekarang ingin bikin semua terintegrasi. Kalau enggak dibuat (terintegrasi), kita hanya bikinkan market untuk orang lain," tutur Luhut dalam diskusi bersama I'M GenZ melalui saluran virtual, Jumat, 5 Juni 2020.

    Kawasan industri Weda Bay saat ini tengah dikembangkan sebagai pusat untuk pengolahan pemurnian bijih nikel yang akan menjadi bahan baku lithium baterai. Lithium baterai diprediksi akan sangat dibutuhkan pada masa mendatang untuk bahan bakar mobil listrik.

    Apalagi, tutur dia, sejumlah negara di dunia sudah berkomitmen untuk mengurangi emisi dengan mengganti kendaraan berbasis combustion atau combustion car dengan mobil hemat energi. "Ini juga sesuai dengan perjanjian Paris Agreement," ucap Luhut.

    Selain di Weda Bay, pemurnian nikel dipusatkan di Morowali dan Konawe. Adapun Politikus Partai Golkar itu mengatakan pemerintah memang tengah mengembangkan hilirisasi minerba. Bahkan, hilirisasi minerba pada masa mendatang digadang-gadang menjadi salah satu pendongkrak pemulihan ekonomi nasional.

    Menurut Luhut, industri di tiga lokasi tersebut pada 2024 akan mampu menyerap banyak tenaga kerja dalam negeri. Indonesia juga diharapkan menjadi negara pengekspor lithium baterai nomor dua terbesar di dunia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BUMN Bio Farma Produksi Vaksin Virus Corona 2021, Ada Syaratnya

    Bio Farma memerlukan akan produksi vaksin virus corona awal 2021 bila semua syarat terpenuhi. BUMN itu bekerja sama dengan Sinovac Biotech Ltd.