Ibadah Haji Ditiadakan, Dirut Garuda: Ini Pukulan Keras

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Boeing B777-300ER saat berada di Hanggar 2 Garuda, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang ,Banten (31/7). Pesawat dengani fasilitas First Class ini rencananya akan melayani rute Jakarta-Jeddah untuk ibadah Haji dan Umroh.TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    Pesawat Boeing B777-300ER saat berada di Hanggar 2 Garuda, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang ,Banten (31/7). Pesawat dengani fasilitas First Class ini rencananya akan melayani rute Jakarta-Jeddah untuk ibadah Haji dan Umroh.TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Irfan Setiaputra menyebutkan keputusan pemerintah untuk meniadakan kegiatan haji tahun ini sangat berdampak bagi perusahaan. Musababnya, segmen penerbangan haji menyumbangkan pendapatan lebih-kurang 10 persen dari tahun ke tahun bagi perseroan.

    "Kalau haji dibatalkan, dampak ke penurunan pendapatan signifikan karena 10 persen hilang. Dan ini jadi pukulan keras untuk Garuda," ujar Irfan dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Jumat, 5 Juni 2020.

    Padahal menurut Ifan, biasanya, perseroan menikmati masa sibuk di tiga musim. Selain musim haji, musim Libur Lebaran dan akhir tahun menjadi momentum bagi perusahaan untuk memperoleh profit.

    Di samping itu, Irfan juga mengakui bahwa perusahaan sebelumnya telah menyiapkan armada untuk penerbangan haji tersebut. Setidaknya ada 16 pesawat berbadan lebar dengan tipe Boeing 777 dan Airbus yang disediakan. Kendati begitu, Irfan memastikan perusahaan belum mengeluarkan dana apa pun untuk deal atau kerja sama dengan pihak lain.

    Pembatalan Ibadah Haji 2020 sebelumnya diumumkan oleh Kementerian Agama pada 2 Juni 2020. Menteri Agama Fahcrul Razi mengatakan pandemi ini berdampak pada semua aspek sosial keagamaan.

    Kementerian lalu membentuk pusat krisis Haji 2020. Pusat krisis ini diberi mandat untuk mitigasi penyelenggaraan haji 2020. "Tim ini sudah membentuk kajian khusus tiga skema penyelenggaraan haji," kata Fahcrul Razi saat konferensi pers pada Selasa, 2 Juni 2020.

    Ketiga skema ini adalah haji normal, dibatasi, atau dibatalkan. Memasuki Mei, opsi tersebut mengerucut pada pembatasan atau pembatalan.

    Ia mengatakan Arab Saudi juga pernah berkali-kali menutup Ibadah Haji. Bahkan, kata dia, Indonesia pernah meniadakan keberangkatan Haji karena ada Agresi Militer Belanda dulu kala.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Nyoblos di Saat Pandemi, Pilkada Berlangsung pada 9 Desember 2020

    Setelah tertunda karena wabah Covid-19, KPU, pemerintah, dan DPR memutuskan akan menyelenggarakan Pilkada 2020 pada 9 Desember di tahun sama.